Pemkot Makassar

Buka GEOMETRI 2026 di UNM, Aliyah Dorong Mahasiswa Terapkan Matematika untuk Menjawab Persoalan Nyata

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 09 Oktober 2026 21:29

Buka GEOMETRI 2026 di UNM, Aliyah Dorong Mahasiswa Terapkan Matematika untuk Menjawab Persoalan Nyata

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menguasai teori matematika, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Aliyah saat mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka kegiatan Genius on Mathematics in Real Application (GEOMETRI) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Lantai 3 Gedung Phinisi UNM, Makassar, Jumat (9/10/2026).

Dalam sambutannya, Aliyah mengapresiasi penyelenggaraan GEOMETRI 2026 sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik, mengasah kreativitas, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, matematika tidak hanya berkaitan dengan angka, rumus, dan perhitungan. Lebih dari itu, matematika mengajarkan pola pikir logis, sistematis, kritis, dan teliti yang dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Penerapan matematika, lanjut Aliyah, dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengelolaan keuangan, perencanaan pembangunan, pengolahan data, pengembangan teknologi, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

“Matematika bukan hanya berada di ruang kelas atau di dalam lembar ujian. Matematika hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Matematika dapat membantu kita membaca masalah, mengolah data, memprediksi kondisi, dan merancang solusi,” ungkapnya.

Aliyah menilai, tema Mathematics in Real Application relevan dengan kebutuhan zaman, ketika penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi kemampuan menerapkannya secara nyata.

Mahasiswa, menurutnya, perlu dipersiapkan tidak hanya sebagai individu yang memahami konsep akademik, tetapi juga sebagai generasi yang mampu mengolah pengetahuan menjadi gagasan, inovasi, dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan sumber daya manusia berkualitas sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, yakni Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.

Dalam konteks itu, penguasaan matematika, sains, teknologi, dan literasi digital menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan zaman serta meningkatkan daya saing.

Aliyah berharap GEOMETRI 2026 tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk bertukar pengetahuan, memperluas wawasan, mengembangkan potensi, dan membangun jejaring yang produktif.

Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga profesional, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk mengembangkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Kepada para peserta, Aliyah berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, berani bertanya, mencoba hal baru, dan tidak takut menghadapi kesalahan dalam proses belajar.

Menurutnya, proses mencoba dan mengevaluasi pengalaman merupakan bagian penting dalam membangun kemampuan serta mengembangkan inovasi.

“Dari proses mencoba, kita belajar. Dari kesalahan, kita menemukan pengalaman. Dan dari pengalaman, kita membangun masa depan. Mari kita jadikan matematika bukan sekadar ilmu untuk menyelesaikan soal, tetapi ilmu untuk menyelesaikan persoalan kehidupan,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Makassar, H. Akhmad Namsum, S.Ag., M.M.; Wakil Dekan III FMIPA UNM, Prof. Uca, S.Si., M.P., Ph.D., yang mewakili Dekan FMIPA UNM; serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, S.STP., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Hadir pula Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja’faruddin, S.Pd., M.Pd., Ph.D., beserta jajaran, serta Ketua Umum HMJ Matematika FMIPA UNM periode 2026–2027, Muhammad Hidayat Situru, bersama jajaran pengurus.

Menutup sambutannya, Aliyah berharap GEOMETRI 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta, civitas akademika UNM, Pemerintah Kota Makassar, serta masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin terbiasa berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, dan melahirkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, ilmu matematika tidak hanya menjadi bekal akademik, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda Makassar yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. (*)

Penulis : Anti

 Komentar