
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat penurunan angka kemiskinan pada 2026.
Dari 4,91 persen pada 2025, tingkat kemiskinan Sidrap turun menjadi 4,65 persen, sekaligus menempatkannya sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk memastikan penurunan kemiskinan berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, tingkat kemiskinan Sidrap tercatat sebagai yang terendah ketiga di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar dan Kota Parepare. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kemiskinan Sidrap turun 0,26 poin persentase.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut positif capaian tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras jajaran pemerintah daerah serta dukungan masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan perlu diikuti langkah berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidrap pun terus mendorong penguatan sektor ekonomi produktif, termasuk pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi bagian dari arah pembangunan ke depan.
Selain kemiskinan, Pemkab Sidrap masih menantikan hasil rekonsiliasi data angka pengangguran. Data tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih utuh mengenai perkembangan kesejahteraan masyarakat dan kondisi ketenagakerjaan di daerah.
Penurunan kemiskinan dan pengurangan pengangguran menjadi dua agenda yang saling berkaitan.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut memperkuat program yang tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber penghasilan.
Pemkab Sidrap mengarahkan upaya pembangunan melalui konsep Trilogi Pembangunan, yakni ekonomi tumbuh, kemiskinan menurun, dan angka pengangguran rendah.
Syaharuddin berharap tren penurunan kemiskinan dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dengan demikian, capaian penurunan angka kemiskinan tidak berhenti sebagai statistik, tetapi berlanjut menjadi peningkatan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat Sidrap.

