Akademisi Puji Program NH-Aziz

Suriadi
Suriadi

Rabu, 20 Desember 2017 20:21

Akademisi Puji Program NH-Aziz

Trotoar.id, Makassar — Ketua STIE Amkop Makassar, Bahtiar Maddatuang, memuji gagasan pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang ingin merintis jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai. Bila itu terealisasi, perekonomian Sulsel, khususnya daerah-daerah yang dilalui akses jalan baru itu akan melaju pesat.

“Gagasan merintis jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai itu brilian. Dampaknya begitu besar, pastinya memacu perekonomian daerah. Memang tidak mudah merealisasikannya, tapi bermodal jaringan yang luas, NH-Aziz yang merupakan tokoh nasional, saya pikir mampu,” kata Bahtiar, saat dihubungi Rabu, 20 Desember.

Menurut Bahtiar, perintisan jalan baru juga selaras dengan program besar pemerintahan Jokowi-JK yang ingin meningkatkan konektivitas. Terkhusus jalan baru Makassar-Bone, sambung dia, sangat vital dan strategis lantaran dapat memacu lalu-lintas komoditas strategis ke provinsi tetangga yakni Sultra.

“Semua tahu Bone merupakan salah satu daerah penghubung ke Sultra. Nah, kalau jalannya dibenahi, maka lalu-lintas komoditas strategis bisa semakin lancar. Muaranya, perekonomian daerah bertumbuh semakin cepat dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ulas Bahtiar.

Dampak positif lain, Bahtiar menyebut pembenahan jalan Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai akan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Sulsel. Toh, selama ini baru jalan Makassar-Parepare yang terbilang bagus. Adapun ruas jalan di daerah Selatan masih sempit dan tidak kunjung direvitalisasi.

“Jalan Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai sudah cukup lama dan tidak ada terobosan untuk membenahinya secara signifikan. Makanya, ide NH-Aziz merintis jalan baru itu patut ditunggu. Saya pikir perintisan jalan baru itu sekaligus upaya memenuhi visi Sulsel Baru yang ingin menghapus ketimpangan,” terang Bahtiar.

Sebelumnya, NH menyampaikan ide membangun jalan baru dari Makassar menuju Bone dan Sinjai membutuhkan dana besar. Ketua Harian DPP Golkar itu menaksir butuh anggaran setidaknya Rp7,5 triliun. Masing-masing rute Makassar-Bone Rp3,5 triliun dan Makassar-Sinjai Rp4 triliun.

“Nominal sebesar itu tidak ada artinya kalau punya akses atau jaringan yang luas. Untuk apa saya mendapatkan label sebagai tokoh nasional, bahkan tokoh internasional, kalau tidak mampu untuk itu,” kata NH yang juga Wakil President International Cooperative Alliance Asia Pasific

Menurut NH, bila terpilih menjadi gubernur, ia memang tidak ingin bertumpu pada APBD. Musababnya, alokasi APBD sangat terbatas dan untuk itulah dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki jaringan luas. Ia menyebut gubernur tidak boleh sebatas bertumpu pada APBD, tapi harus piawai ‘menarik’ APBN dan mendatangkan investor. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Juni 2026 23:13
Makassar Kembali Buka Penerimaan Calon Pekerja Migran Jepang
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kabar baik bagi calon pekerja migran dan peserta magang asal Sulawesi Selatan. Mulai 15 Juni 2026, Kota Makassar resmi menjad...
Metro17 Juni 2026 23:10
Gubernur Sulsel Respon Pelaksanaan Sensus Ekonomi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi responden dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Bad...
Metro17 Juni 2026 23:07
Wagub Sulsel Dukung Vestifal Adat Budaya Nusantara
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Adat Buday...
Daerah17 Juni 2026 22:35
Bupati Sidrap Kawal Ketat Program OPD
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengawal ketat pelaksanaan program dan kinerja organisasi perangkat daera...