MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, mengajak seluruh jajaran Bawaslu memperkuat konsolidasi demokrasi di masa non tahapan pemilu.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bawaslu Sulawesi Selatan, Rabu (17/6/2026).
Dalam amanatnya, Mardiana menegaskan bahwa semangat pengawasan pemilu harus tetap dijaga sebagai amanah undang-undang yang dijalankan secara konsisten.
“Refleksi pelaksanaan tugas pengawasan pemilu sebagai amanah undang-undang harus dilakukan secara konsisten dan tidak terkooptasi dengan anggaran,” ujarnya.
Ia menekankan, masa non tahapan bukan berarti aktivitas penguatan demokrasi berhenti.
Justru, periode ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi kelembagaan.
Menurutnya, penguatan tersebut dapat dilakukan melalui konsolidasi internal serta peningkatan interaksi dengan masyarakat guna membangun budaya pengawasan partisipatif.
“Di masa non tahapan ini, kita perlu memperkuat konsolidasi demokrasi dengan jaringan dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, serta mendorong semangat voluntarisme,” katanya.
Mardiana menjelaskan, konsolidasi demokrasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan pendidikan politik dan pencerahan kepada masyarakat, Bawaslu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
“Konsolidasi demokrasi ini harus terus dijalankan untuk memberikan pendidikan dan pencerahan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Bawaslu Sulawesi Selatan menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan.
Menurutnya, integritas dan dedikasi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
“Dengan komitmen dan profesionalitas yang kuat, kita dapat terus menjaga kualitas demokrasi yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.


Komentar