Bawaslu Sulsel

Bawaslu Sulsel Dorong Generasi Muda Aktif Awasi Pemilu, Saiful Jihad Soroti Ancaman Politik Uang Digital

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 08 Juni 2026 17:58

Bawaslu Sulsel Dorong Generasi Muda Aktif Awasi Pemilu, Saiful Jihad Soroti Ancaman Politik Uang Digital

WATAMPONE, TROTOAR.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal integritas pemilu di tengah semakin kompleksnya tantangan demokrasi, khususnya di era digital.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, saat memberikan arahan strategis dalam kegiatan luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Kabupaten Bone, Senin (8/6/2026).

Di hadapan puluhan peserta, Saiful Jihad menekankan bahwa menjaga kemurnian demokrasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas semata. Menurutnya, dibutuhkan keberanian moral dan partisipasi aktif masyarakat sipil, terutama generasi muda, untuk turut mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu.

“Jika praktik politik uang dan pelanggaran lainnya kita anggap merusak demokrasi, lalu kenapa kita tidak berdiri untuk mencegahnya?” tegas Saiful.

Ia menjelaskan, kehadiran Bawaslu melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertujuan mengorganisir kepedulian publik menjadi gerakan pengawasan yang lebih terstruktur dan efektif di lapangan.

“Bawaslu hadir untuk memfasilitasi, dan adik-adik semua diharapkan menjadi bagian dari pengawasan serta pencegahan pelanggaran agar tidak terjadi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel itu menyoroti perubahan pola pelanggaran pemilu yang kian dinamis. Ia mengungkapkan bahwa praktik politik uang kini tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan telah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, fenomena ini menjadi tantangan baru yang menuntut kapasitas literasi digital dari para pengawas partisipatif, khususnya generasi muda, agar mampu mendeteksi potensi pelanggaran berbasis siber sejak dini.

“Banyak jenis praktik politik uang. Kecanggihan teknologi memperkaya bentuk-bentuknya. Karena itu, dibutuhkan generasi yang memahami teknologi agar mampu mengawasi secara efektif,” jelasnya.

Melalui forum edukatif tersebut, Saiful berharap peserta tidak hanya menjadi penerima materi secara pasif, tetapi mampu mengembangkan pola pikir yang kritis, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika demokrasi ke depan.

Ia juga mendorong agar diskusi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat melahirkan efek berantai (snowball effect) dalam menyebarkan literasi demokrasi di tengah masyarakat luas, terutama menjelang Pemilu 2029.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang bisa berkembang menjadi gerakan bersama dalam mengawal demokrasi ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Ardy

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Juni 2026 16:45
Wali Kota Munafri Teken Prasasti Peresmian Cetiya Zhen An Kong Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menandatangani prasasti peresmian Cetiya Zhen An Kong “Sam Ong Hu” di Jalan Panger...
Metro14 Juni 2026 16:42
Wali Kota Makassar Resmikan Cetia Zhen An Kong, Dorong Penguatan Toleransi
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu” yang berlokasi di Jalan Pangeran Dipone...
Daerah13 Juni 2026 20:07
Bupati Barru Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung penuh pel...
Metro13 Juni 2026 19:06
TP PKK Sulsel Fasilitasi Ratusan Perempuan Vaksinasi HPV Gratis
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar Se...