TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto meminta kepada seluruh camat se Kota Makassar untuk blak-blakan terkait tudingan jika dirinya mendapat fee sebesar 30 persen atas proyek pengadaan pohon ketapan.
Hal tersebut disampaikan DP saat menggelar rapat koordinasi bersama para Camat, Lurah, kepala OPD di Balaikota Makssar.
“Mumpun dalam pertemuan ini ada masyarakat yang menyaksikan, pernahkan saya meminta ? ataukah jabatan yang anda sandang sekarang adalah karena ada memberi saya uang? coba satu-satu ungkapkan dengan jujur,” Ujar Danny.
Baca Juga :
Para camat pun yang hadir menjawab sontak menjawab tidak parnah, “Izin, Tidak pernah Pak Wali,” jelas para camat bersahutan.
Langkah tersebut diambil Danny mengingat prinsip kerja yang dipegang teguhnya yakni selalu terbuka dan transparan selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar.
Olehnya itu, para masyarakat pun semakin yakin jikalau pada pemerintahan Danny terjamin bersih dari kasus korupsi.
“Pengakuan para camat tadi membuat kita semakin percaya kalau kepemimpinan Danny bersih dan ini yang membuktikan jikalau itu fitnah,” pungkas Eros, salah satu masyarakat yang ikut dalam rakor tersebut.
Hanya saja sangat disayangkan karena tudingan menerima atau meminta fee itu sengaja diembuskan oleh lawan politik Danny untuk menjatuhkan dirinya.
Menurut Eros, tindakan tidak terpuji dan kejam tersebut diduga sengaja dilakukan rivalnya untuk memfitnah Danny agar kehilangan dukungan di pilkada Makassar.
“Masyarakat makin yakin bahwa rival terlalu memaksakan diri menjadi wali kota dengan menjatuhkan Danny. Tapi, dengan cara itu warga sudah paham. Lebih baik pilih kolom kosong daripada memilih paslon pecundang. Mereka tidak berani berhadapan di hari H pencoblosan makanya pakai cara-cara tak etis,” kata Eros (***)




Komentar