Hadirkan Pendidikan Merata dan Berkualitas, NH-Aziz Gandeng Para Guru Besar

Suriadi
Suriadi

Kamis, 14 Desember 2017 16:54

Hadirkan Pendidikan Merata dan Berkualitas, NH-Aziz Gandeng Para Guru Besar

 

Trotoar.id, Makassar — Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), menggandeng kalangan akademisi untuk menciptakan pendidikan merata dan berkualitas di Sulsel. Bersama Aziz Qahhar Mudzakkar, andalan para profesor itu siap membangun lima sentra pendidikan di Sulsel. Alhasil, sentra pendidikan tinggi di Sulsel tidak hanya berpusat di Kota Makassar.

NH memaparkan pembangunan sentra pendidikan baru mutlak direalisasikan sebagai respons terhadap membludaknya angka urbanisasi di Sulsel. Dengan begitu, Makassar sebagai ibukota provinsi tidak lagu menjadi satu-satunya sentra pendidikan di Sulsel. Dampak terpusatnya sentra pendidikan membuat Makassar semakin macet serta dipenuhi polusi dan sampah.

“Kenapa membawa kemacetan, itu karena rata-rata yang datang membawa motor, 60 sampai 70 persen. Motornya bukan motor baru, satu kali starter, asap langsung mengepul dan terjadi polusi. Menciptakan sampah, mereka hidup di kos-kosan,” ucap NH, Kamis (14/12).

Karena itu, alumni IKIP Ujung Pandang ini mengajak profesor dan akademisi Sulsel untuk bersama-sama merumuskan dan hadir memberikan solusi atas permasalahan tersebut. NH menuturkan pemerataan sentra pendidikan di berbagai daerah Sulsel dapat menjadi upaya terhadap ketimpangan tersebut.

“Kita menciptakan pusat-pusat pertumbuhan pendidikan. Maka profesor siap-siap bersama saya untuk membuat pusat pertumbuhan pendidikan di lima sentra,” ujar NH yang kini didampingi oleh ratusan profesor dan akademisi senior se-Sulsel.

Sentra baru yang akan diciptakan dalam peningkatan sektor pendidikan di Sulsel selain Makassar, di antaranya, Palopo, Bone, Pare-pare, dan Bulukumba. Melalui program tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia tersebut meyakini kualitas pendidikan di Sulsel akan semakin berkembang.

“Kalau di Palopo kita bangun perguruan tinggi yang performance kampus tidak jauh beda dengan Unhas, UNM, UIN, maka pasti orang Luwu Raya tidak datang ke Makassar untuk mencari perguruan tinggi. Apalagi kalau para profesor kita sudah kirim. Itulah pusat pendidikan yang akan mengurangi magnet urbanisasi di Makassar,” tandasnya.

Sementara itu, ratusan profesor dan akademisi senior telah berkomitmen akan mengawal program tersebut melalui Forum Sinergi Aktivis Antar Generasi (Siaga) di Hotel Clarion, Selasa (12/12) lalu. Forum tersebut akan berkonsolidasi dalam memberikan gagasan demi terwujudnya harapan Sulsel Baru yang digagas NH-Aziz. Sinyal dari para profesor tersebut sebagai wujud pasangan ini dapat diandalkan. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Juni 2026 23:13
Makassar Kembali Buka Penerimaan Calon Pekerja Migran Jepang
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kabar baik bagi calon pekerja migran dan peserta magang asal Sulawesi Selatan. Mulai 15 Juni 2026, Kota Makassar resmi menjad...
Metro17 Juni 2026 23:10
Gubernur Sulsel Respon Pelaksanaan Sensus Ekonomi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi responden dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Bad...
Metro17 Juni 2026 23:07
Wagub Sulsel Dukung Vestifal Adat Budaya Nusantara
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Adat Buday...
Daerah17 Juni 2026 22:35
Bupati Sidrap Kawal Ketat Program OPD
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengawal ketat pelaksanaan program dan kinerja organisasi perangkat daera...