Papua Nyatakan Sikap Dukung Penuh Pembebasan Rakyat Palestina

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 20 Mei 2021 19:55

Militer israel membidik seorang warga sipil Palestina. (AFP FOTO)
Militer israel membidik seorang warga sipil Palestina. (AFP FOTO)

TROTOAR.id — Rakyat Papua menyatakan dukungannya secara penuh kepada pembebasan rakyat Palestina dari cengkraman israel beserta negara-negara imperialis lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Marko Pahabol dalam keterangan tertulisnya kepada tim trotoar.id.

“Rakyat Papua bersolidaritas untuk rakyat Palestina yang sedang hidup dibawah penjajahan Israel,” tuturnya di Makassar, Kamis, 20 Mei 2021.

Menurutnya, apa yang dialami oleh pihaknya sama dengan perasaan Rakyat Palestina ketika dicap sebagai teroris dari Israel.

“Hal itu sebagai cara Israel dan Amerika untuk menghancurkan gerakan rakyat Palestina,” katanya dengan singkat.

Marko menambahkan bahwa di balik itu, Palestina dan Papua mengalami sistem penjajahan yang sama, yaitu perampasan lahan, juga hak hidup.

Sementara itu, Marko menerangkan bahwa “terorisme” sebagai stigma Negara untuk mengkriminalisasi rakyat seiring menguatnya gerak rakyat untuk menolak penindasan dalam bentuk penjajahan.

“Negara terancam dengan kondisi ini, sehingga Indonesia menciptakan stigma (prasangka negatif) terhadap rakyat Papua yaitu teroris, sebelumnya negara menstigma rakyat Papua sebagai separatis, makar, dan sebagainya, bahkan produk hukum negara sengaja dibuat untuk mengkriminalisasi gerakan rakyat yang berjuang untuk mendorong ruang demokrasi,” jelasnya.

Otsus

Marko juga mengklaim bahwa hingga bulan Mei 2021 ini ada sebanyak 110 organisasi rakyat Papua tergabung dalam Petisi Rakyat Papua atau yang biasa disebut PRP.

“Saat ini sudah sekitar 714.066 orang menyatakan sikap menolak keberadaan dan keberlanjutan paket politik Otonomi Khusus (Otsus) di atas tanah Papua.

Ia juga secara terang mengatakan bahwa 110 organisasi sipil rakyat Papua ini mengajak agar memperkuat barisan politik kerakyatan menuju Musyawarah Rakyat Papua (MRP)

“MRP akan kita gelar untuk mengambil keputusan dari dan untuk kita sendiri,” kata Marko dikutip dalam keterangan resminya.

Hal lain dalam keterangan yang diterima itu, mereka juga menyatakan sikapnya, yakni:

  1. Tolak Otsus jilid II dan seluruh manuver Jakarta terhadap rakyat Papua segera buka ruang demokrasi bagi rakyat Papua.
  1. Segera bebaskan Victor Yeimo (Jubir Internasional PRP) dan Ruland levi dan kawan-kawan lainnya.
  1. Segera hentikan konflik bersenjata antara Papua dan Indonesia dan hentikan stigma terorisme untuk rakyat Papua.
  2. Tarik militer organik dan non organik (TNI/Polri) dari wilayah Papua.
  1. Segera buka akses jurnalis Independen ke Papua.
  1. Segera Berikan Hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.

(Rls/Am7)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen18 Oktober 2026 21:47
HUT ke-357 Sulsel, Supriadi Arif Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah daera...
Parlemen18 Oktober 2026 21:42
HUT ke-357 Sulsel, Rahman Pina Menaruh Harapan Besar: Saatnya Jadi Lumbung Ekonomi Indonesia Timur
MAKASSAR, Trotoar.id — Tiga abad lebih telah dilalui Sulawesi Selatan dalam perjalanan sejarahnya. Selama 357 tahun, daerah ini tumbuh menjadi salah...
Olahraga18 Oktober 2026 17:33
IAS Dorong Gardu Domino Hadir hingga Pelosok Pinrang, PORDI Diminta Rangkul UMKM
PINRANG, Trotoar.id — Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pengprov PORDI) Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS),...
Politik18 Oktober 2026 17:24
DPP Demokrat Pegang Kunci Penentuan Ketua Sulsel, Dukungan Munafri Arifuddin Bakal Diverifikasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Besarnya dukungan yang mengantar Munafri Arifuddin mendaftar sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan b...