Pemkot Makassar

Perkuat Peran Masjid, 500 Imam Dibina, Pemkot Makassar Targetkan Kualitas dan Keseragaman

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 17 Maret 2026 22:47

Perkuat Peran Masjid, 500 Imam Dibina, Pemkot Makassar Targetkan Kualitas dan Keseragaman

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas ibadah serta peran masjid sebagai pusat pembinaan umat. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas imam masjid yang dinilai memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Coaching Clinic Imam Rawatib yang digelar Pemkot Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bekerja sama dengan Bosowa Peduli, di Masjid Agung 45, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Founder Bosowa Corporindo Aksa Mahmud, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Muhammad Syarif, serta ratusan imam masjid dari berbagai wilayah di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa peran imam tidak hanya sebatas memimpin shalat berjamaah, tetapi juga menjadi teladan serta penggerak dalam membangun nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Imam adalah teladan. Karena itu, kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi ilmu, praktik, maupun kesiapan dalam memimpin pelaksanaan shalat berjamaah,” ujarnya.

Menurutnya, imam yang berkualitas akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas jamaah sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Dalam kegiatan tersebut, para imam mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman fiqih imamah, tata cara pelaksanaan shalat sesuai sunnah, hingga penanganan persoalan teknis yang kerap terjadi saat salat berjamaah. 

Selain itu, peserta juga dibekali peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya pada aspek tajwid dan makhraj.

Munafri menekankan pentingnya keseragaman dalam praktik imamah di seluruh masjid di Makassar. Berdasarkan pengalamannya berkeliling masjid, ia masih menemukan perbedaan dalam tata cara imam memimpin shalat.

“Karena itu, dibutuhkan kesepahaman dan standar yang sama agar imam bisa memberikan pencerahan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong adanya penyusunan pedoman atau standar bersama sebagai acuan para imam, sehingga kualitas pelayanan ibadah kepada masyarakat menjadi lebih baik, seragam, dan menenangkan.

Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa fungsi masjid harus diperluas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan penyelesaian persoalan umat.

“Masjid bukan hanya tempat shalat lima waktu, tetapi harus menjadi pusat interaksi masyarakat, termasuk dalam menyelesaikan persoalan sosial,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 500 imam rawatib dari total sekitar 1.300 imam di Kota Makassar. 

Tingginya partisipasi tersebut menjadi indikator antusiasme sekaligus dasar untuk keberlanjutan program serupa ke depan.

Munafri juga mengingatkan bahwa penunjukan imam harus berbasis kompetensi, khususnya kualitas bacaan Al-Qur’an, bukan semata faktor usia atau latar belakang.

Selain itu, ia mendorong para imam untuk berperan aktif dalam regenerasi dengan menyiapkan calon imam baru yang kompeten, serta menjadikan masjid sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak guna mendukung lahirnya generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Aksa Mahmud menekankan pentingnya peningkatan kompetensi imam sebagai bagian dari pembangunan kualitas masyarakat. 

Menurutnya, kualitas bacaan imam menjadi indikator penting dalam membangun citra keagamaan suatu daerah.

“Kita ingin memberi kesan bahwa imam-imam di Makassar memiliki bacaan yang baik, bahkan sempurna. Karena itu, penting untuk terus saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya budaya saling mengoreksi di antara para imam agar kesalahan tidak terus berulang. 

Selain itu, Aksa mengapresiasi langkah Pemkot Makassar dalam mendorong peningkatan kualitas imam dan khatib.

Tak hanya itu, ia turut mendorong penguatan tradisi keagamaan seperti lomba barzanji sebagai bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi muda, dengan pelaksanaan yang disesuaikan agar tidak mengganggu ibadah Ramadan.

Di akhir kegiatan, Munafri berharap coaching clinic ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai momentum pembelajaran dan peningkatan kualitas.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua, sehingga ada perubahan dan perbaikan ke depan,” tutupnya. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah14 Juni 2026 16:55
Ummi Pipik dan Ustazah Zaenab Safari Dakwah di Sidrap, Bupati Tekankan Pembinaan Generasi Qur’ani
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah menghadiri kegiatan Safari Dakwah bersama ...
Daerah14 Juni 2026 16:54
Bupati Sidrap Kunjungi Sekolah Terpencil di Tana Toro, Siapkan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi SD-SMP Negeri Satap 10 Batu di Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu...
Metro14 Juni 2026 16:45
Wali Kota Munafri Teken Prasasti Peresmian Cetiya Zhen An Kong Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menandatangani prasasti peresmian Cetiya Zhen An Kong “Sam Ong Hu” di Jalan Panger...
Metro14 Juni 2026 16:42
Wali Kota Makassar Resmikan Cetia Zhen An Kong, Dorong Penguatan Toleransi
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu” yang berlokasi di Jalan Pangeran Dipone...