Para Pengusaha Hotel dan Restoran Demo Minta Dana Hibah Dicairkan, Mereka Mengancam Tak Bayar Pajak

Suriadi
Suriadi

Rabu, 03 Februari 2021 13:03

Aksi long march para pengusaha hotel dan restoran di Kota Makassar yang tergabung dalam PHRI Sulsel, dibahwa komando Anggiat Sinaga, Rabu (3/2/2021). | Alam/trotoar.id
Aksi long march para pengusaha hotel dan restoran di Kota Makassar yang tergabung dalam PHRI Sulsel, dibahwa komando Anggiat Sinaga, Rabu (3/2/2021). | Alam/trotoar.id

TROTOAR.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan unjuk rasa terkait anggaran dana hibah yang tidak dicairkan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Lantaran kecewa, pihak pengusaha perhotelan dan restoran yang tergabung dalam PHRI itu mengancam tak akan membayar pajak terhitung pada bulan Maret 2011 mendatang.

Dilokasi aksi, Anggiat Sinaga selaku Ketua PHRI Sulsel menuturkan jika Pemkot Makassar tidak memenuhi tuntutannya untuk mencairkan anggaran tersebut secepatnya, maka itu artinya pemkot tak lagi mengharapkan setoran pajak.

“Selama ini kontribusi kami besar. Kami menyetor Rp180 miliar lebih pajak pada tahun sebelumnya,” ucap Anggiat yang merupakan GM Hotel Claro Makassar ini, Rabu (3/2/2021).

Mengingat di masa pandemi ini melumpuhkan hampir di seluruh sektor, tak terkecuali bidang pariwisata, karena itu pihak pengusaha di Kota Makassar sangat membutuhkan dana hibah tersebut.

Bahkan, kata Anggiat, di Kota Makassar hanya berkisar 20 sampai 25 persen hunian hotel saat ini yang survival di tengah pandemi.

Menurutnya, Pemkot sangat bisa melakukan langkah cepat mengatasi keluhan ini, “Pj Wali Kota bisa lakukan diskresi ke pemerintah pusat untuk pencairan dana hibah. Banyak orang yang bekerja di situ,” kata dia.

Bahkan secara terang-terangan pendemo ini menyatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari butut sentimen politik pilkada baru-baru ini.

“Kami sangat butuhkan [Anggaran dana hibah]. Jangan karena persoalan Pilkada kami jadi korban,” kata salah satu orator. 

Pernyataan sikap PHRI Sulsel, Rabu (3/2/2011) | Alam/trotoar.id

Para pelaku usaha ini melakukan aksi secara damai dengan melakukan long march dari Jalan Hertasning ke Kantor DPRD Kota Makassar, lalu ke Balai Kota Makassar, Sulsel.

(*)

Penulis : Alam/trotoar.id

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah17 Juni 2026 14:45
Bupati Luwu Lepas Kontingan PENAS Petani dan Nelayan
LUWU, TROTOAR.ID — Bupati Luwu, Patahudding, melepas Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Kabupaten Luwu menuju Provinsi Gorontalo, ...
Politik17 Juni 2026 14:40
Ketua Bawaslu Pimpin Konsolidasi Jelang Tahapan Pemilu
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, mengajak seluruh jajaran Bawaslu memperkuat konsolidasi demokrasi di...
Metro16 Juni 2026 18:53
Gubernur Sulsel Tinjau Progres Proyek Jalan MYP di Bulukumba, Perkuat Konektivitas Sinjai–Bulukumba
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung progres pengerjaan Paket 1 Multiyears Project (MYP) pad...
Daerah16 Juni 2026 18:51
Pawai Obor Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Belopa
LUWU, TROTOAR.ID – Ribuan masyarakat memadati jalan-jalan di Kecamatan Belopa dalam gelaran Pawai Obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1...