Romy Seret Nama Gubernur Jatim Dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Kemenag

Suriadi
Suriadi

Jumat, 22 Maret 2019 18:37

Romy Seret Nama Gubernur Jatim Dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Kemenag

TROTOAR.ID, JAKARTA — Mantan ketua umum Partai Persatuan pembangunan (PPP) menyebut nama Gubernur JawabTimur Khofifa Indar Parawansa sebagai salah satu tokoh masyarakat yang merekomendasikan nama
Haris Hasanudin untuk menduduki jabatan Kanwil menteri agama.

Hal tersebut diungkapkan Romahurmuzy setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KOK pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap jual beli jabatan di kementrian Agama.

Romy sapaan akrab Romaharmuziy mengungkapkan jika dirinya,  tidak ada kaitannya dengan kasus yang menjeratnya,  sebab apa yang dilakukan cuma menjalankan tugas dari tokoh masyarakat Jatim untuk mendudukan Harian sebagai kakanwil Kemenag Jatim.

“Saya hanya meneruskan rekomendasi dari orang-orang berkompeten. Sebagai anggota DPR dan ketua umum partai, saya mendapatkan nama-nama dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” kata Romahurmuziy di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019) dikutip tribun jabar

Selain nama Gubernur Jatim,  nama tokoh ulama Jatim Kiai Asep Saifudin Halim
juga ikut diseret Tomy, dalam kasus yang mengantarkan dirinya menjadi salah satu pemghuni Rutan KPK.

Rommy mengaku jika, Gubernur Jatim  Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan nama Haris kepada dirinya untuk di bantu menjadi kakanwil,  apa lagu haris dianggap memiliki kinerja yang baik, serta dapat melakukan sinergitas kepada pemerintah daerah Jawa Timur.

“Dia bilang “Mas Rommy, percayalah sama Haris karena Haris ini memiliki kinerja yang sangat bagus,” sebagai gubernur terpilih saat itu, beliau mengatakan sangat percaya dengan kinerjanya dan memiliki sinergi dengan pemprov itu akan lebih baik,” jelas Rommy.

Meski nama Haris telah di serahkan kepada Romy,  namun romy mengaku tidak memiliki kapasistas untuk melakukan intervensi,  apa lagi orang-orang yang terdiri dari guru besar dari universitas Islam di seluruh Indonesia.

“Kalau misalnya, meneruskan aspirasi itu dosa, nah terus, kita mengetahui kondite seseorang dari siapa? tapi, itu kan tidak menghilangkan proses seleksinya,” kata Romahurmuziy. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Juni 2026 23:13
Makassar Kembali Buka Penerimaan Calon Pekerja Migran Jepang
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kabar baik bagi calon pekerja migran dan peserta magang asal Sulawesi Selatan. Mulai 15 Juni 2026, Kota Makassar resmi menjad...
Metro17 Juni 2026 23:10
Gubernur Sulsel Respon Pelaksanaan Sensus Ekonomi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi responden dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Bad...
Metro17 Juni 2026 23:07
Wagub Sulsel Dukung Vestifal Adat Budaya Nusantara
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyatakan dukungannya terhadap rencana penyelenggaraan Festival Adat Buday...
Daerah17 Juni 2026 22:35
Bupati Sidrap Kawal Ketat Program OPD
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengawal ketat pelaksanaan program dan kinerja organisasi perangkat daera...