Tak Berdiam Diri di Kantornya, Kini Prof Rudy Rutin Menyisir Tiap Kecamatan di Makassar

Suriadi
Suriadi

Senin, 09 November 2020 17:06

Tak Berdiam Diri di Kantornya, Kini Prof Rudy Rutin Menyisir Tiap Kecamatan di Makassar

Makassar, Trotoar.id – Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy secara rutin mendatangi satu persatu kantor kecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar. Dalam kunjungannya, Prof Rudy selalu mengecek langsung kondisi pelayanan yang diberikan aparat kecamatan kepada masyarakat. Selain itu, Ia juga melakukan dialog dengan seluruh aparat kecamatan, lurah, Tripika, pengurus LPM dan juga ketua RT/RW, sekaligus mendengar kondisi riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Esensi pemerintahan itu bukan hanya menghabiskan anggaran APBD, tapi harus betul-betul bisa merealisasikan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Ketika saya menerima amanah ini (Pj Walikota Makassar), tugas paling utama yang dititipkan kepada saya yakni penanganan Covid-19 secara cepat dan efisien. Ini yang membuat saya berpikir siang malam, bahkan tidur pun di kepala saya hanya Covid dan bagaimana cara mengendalikannya,” ujar Prof Rudy saat berbicara.

Bahkan menurutnya, lembaran draf peraturan walikota yang di sodorkan kepadanya sempat mengalami mengalami  beberapa kali revisi sebelum diberlakukan.

“Saya ingat waktu itu draf perwali 36 yang disodorkan panjang dan berlembar-lembar. Saya baca isinya dan kupikir itu terlalu rumit dan akan sulit untuk diterapkan di lapangan. Akhirnya saya  susun ulang narasinya, saya ringkas menjadi beberapa lembar saja. Demikian pula perwali 51 dan 53,” ujar Prof Rudy.

Ditempat ini, Prof Rudy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh aparat kecamatan, Tripika, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berjuang bersama melawan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Secara perlahan, kita mulai menggerakkan kembali ekonomi masyarakat, seiring penerapan protokol kesehatan tetap berjalan. Saat ini kita lihat jalan raya sudah mulai padat, pusat-pusat perbelanjaan juga sudah ramai di datangi oleh masyarakat, aktivitas perhotelan sudah berdenyut kembali. Jika Makassar berhasil  melakukan penanganan, maka 80 persen Covid Sulsel tertangani. Dulu, Sulawesi Selatan selalu berada di empat besar tertinggi penyebaran Covid di Indonesia. Alhamdulillah, saat ini Sulsel sudah turun ke peringkat 23. Ini juga ditandai penurunan status Makassar dari merah ke orange,” lanjutnya.

Ditempat ini, sejumlah masyarakat juga menyampaikan sejumlah keluhan layanan publik, termasuk kondisi pasar terong yang dianggapnya masih semrawut.

“Kami sudah mengecek kondisi sejumlah pasar tradisional kita, dan memang beberapa diantaranya kondisinya cukup memprihatinkan. Makanya kita akan melakukan evaluasi kinerja terhadap jajaran PD pasar, termasuk menyiapkan beberapa pasar percontohan yang terstandarisasi,” lanjut Prof Rudy.

(Al/Hms)

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized19 Oktober 2026 03:14
Pesan Ketua DPRD Sulsel di Usia ke-357: Perkuat Ekonomi, Wujudkan Swasembada Pangan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Memasuki usia ke-357 tahun, Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan semakin maju dengan fondasi ekonomi yang kuat, swasembada pa...
Parlemen18 Oktober 2026 21:47
HUT ke-357 Sulsel, Supriadi Arif Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah daera...
Parlemen18 Oktober 2026 21:42
HUT ke-357 Sulsel, Rahman Pina Menaruh Harapan Besar: Saatnya Jadi Lumbung Ekonomi Indonesia Timur
MAKASSAR, Trotoar.id — Tiga abad lebih telah dilalui Sulawesi Selatan dalam perjalanan sejarahnya. Selama 357 tahun, daerah ini tumbuh menjadi salah...
Olahraga18 Oktober 2026 17:33
IAS Dorong Gardu Domino Hadir hingga Pelosok Pinrang, PORDI Diminta Rangkul UMKM
PINRANG, Trotoar.id — Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pengprov PORDI) Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS),...