TROTOAR.ID, Luwu— Petugas evakuasi penumpang “Bua Airline” di Bandara Nua Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan yang dilakukan tim emergency Bandar Udara Bua, di bantu peraonil TNI/Polri berjalan dramatis saat pesawat asal makassar terbakar di landasan pacu Bandara Perintis Bua Kabupaten Luwu.
Akibat kejadian tersebut tiga orang meninggal dan 25 orang penumpang lainnya berhasil diselamatkan, bahkan penyelematan pun berjalan dramatis.
Bahkan sebanyak 70 orang personil gabungan dari pemerintah kabupaten Luwu dan Kota Palopo dilibatkan dalam evakuasi dan berhasil memadamkan kobaran api yang membakar pesawat asal Makassar.
Baca Juga :
Aksi tersebut terlihat dalam adegan simulasi penyelamatan di Airport Emergency Exercise oleh pihak otoritas Bandara Udara Bua Luwu Selasa, (19/12/2017).
Pada simulasi ini dilakukan upaya penyelamatan pada kru dan penumpang pesawat dengan melibatkan sekira 70 orang terdiri dari personil emergency Bandar Udara Bua, TNI, Polri, petugas kesehatan dari Puskesmas, RS Batara Guru Belopa, Damkar Luwu dan Palopo, PMI Luwu dan Palopo, BPBD Luwu.
Kepala Bandar Udara Bua, Syarifuddin, mengatakan maksud dan tujuan pelaksanaan PKD ini untuk menguji kemampuan organisasi penanggulangan keadaan darurat penerbangan Bandara Udara Bua dalam kondisi sesungguhnya.
“Menguji dan mengingatkan kesiapan, keterampilan personil serta perlengkapannya dalam menanggulangi kondisi keadaan sesungguhnya. Menguji prosedur komando, komunikasi, dan koordinasi antar unit kerja internal maupun eksternal,” ujarnya.
Sementara itu Sekda Luwu, H Syaiful Alam, yang hadir dalam simulasi itu, memuji tim PKD Bandar Udara Bua.
“Meski hanya simulasi, namun tingkat kesulitan yang diperagakan dalam latihan penanggulangan keadaan darurat cukup beresiko. Simulasinya cukup menegangkan dan mirip kejadian sebenarnya,” ujar Syaiful Alam.
Latihan yang dilakukan PKD Bandar Udara Bua harus terus dilakukan agar supaya tim PKD bisa benar-benar teruji saat menghadapi situasi yang sebenarnya.




Komentar