Budaya ” Curang ” Tembok penghalang  kemajuan intelektual

Suriadi
Suriadi

Selasa, 26 Desember 2017 18:35

Budaya ” Curang ” Tembok penghalang  kemajuan intelektual

Oleh: Sandi Darmawan 

Penggiat kajian Budaya Postmodern Komunitas CHOROS

Trotoar.id, –Sejatinya seorang terpelajar kata pram, Harus adil dan jujur sejak dalam fikiran maupun perilaku.

Sejak dimulainya pembelajaran filsafat beberapa abad lalu oleh beberapa filsuf kuno seperti Thales, Anaximenes, Aristoteles, Plato hingga sampai filsafat posmodern. Tentunya kita menaruh harapan akan  intelektulistas yang semakin berkembang kesegala arah dan penjuru.

Kebanaran yang sifatnya kompleks dan subyektif selalu menjadi bahan yang sexy dan menarik untuk dijadikan perdebatan secara argumentasi dan filosofis.

Dari materialisme, idealisme, empirisme, dan Intuisi selaku menjadi landasan yang terus dikeruk agar perdebatan kian renyah.

Sayangnya hampir ribuan eksampler buku tentang filsafat, di beberapa perpustakaan besar yang agung hanya menjadi pajangan semata.

Tak hanya di situ ribuan karya tulis ilmiah yang dikerjakan sebagai karya pembuktian akademik hanya berakhir ditimbangan untuk di jual kepada pengepul kertas dan bahan bekas.

Budaya “bentrok Peluru pengetahuan” yang seharusnya ramai diikuti oleh para pejuang mahasiswa, hanya menjadi ilusi yang mirip dengan utopis “Negara yang Sejahtera “.

Tak jarang kita temui di ruangan kuliah praktek feodal, masih terus diperagakan. Baim dosen maupun mahasiswanya.

Seperti memberi nilai yang bagus kepada mahasiswa yang rapi dan sopan, meski hanya diam tanpa acungan  tangan saat kuliah tengah berlangsung.

Atau mahasiswa yang mengemis nilai kepada dosennya, agar dipermudah ia tak lupa memakai identitas yang serupa dengan dosennya.

Budaya ” curang”  inilah yang kian membuat kita terpuruk dalam kemajuan intelektual. Membuat mereka yang tak punya relasi semakin tenggelam, yang punya relasi kian angkuh meski tak punya pengetahuan apapun, terutama kebenaran.

Parahnya lagi ada yang paham dengan kebenaran, namun hanya memperaktekkannya dalam ” Dunia ide ” semata yang memberikan kepuasan hampa.

Akhirnya percumalah mereka yang banyak baca buku, melakukan riset, dan pengabdian demi kemajuan berpengatahuan karena mereka harus tunduk pada sebuah budaya curang yang mematikan.

Sandi Darmawan
Penggiat kajian Budaya Postmodern Komunitas CHORO

 Komentar

Berita Terbaru
Politik18 April 2024 17:55
AIA Gerindra Fokus Usung Kader Dipilkada Serentak
Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra, mengungkapkan hasil pertemuan dengan ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse, dan Rusdi...
Metro18 April 2024 16:54
Kunjungan ke PT. BMS: Muh. Saleh Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi yang Spesifik
Penjabat Bupati Luwu, Drs. H. Muh. Saleh, melakukan kunjungan kerja ke PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Desa Karang Karangan, Kecamatan Bua. Dalam ku...
Daerah18 April 2024 16:42
BKPSDM Luwu Gelar Orientasi Nilai dan Etika untuk 110 ASN PPPK di Kabupaten Luwu
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu menggelar kegiatan Orientasi Nilai dan Etika bagi 110 Aparatur Sipil Ne...
Politik18 April 2024 15:55
Pertemuan Santai RMS dan Rudal: Bicara Pilkada dan Potensi Politik Sulsel
Suasana santai terpancar dari pertemuan antara RMS dan Rudal yang berlangsung akhir pekan lalu. Tidak hanya sekedar silaturahmi, pertemuan ini menjadi...