Aziz Khawatir Kebijakan Impor Beras Rugikan Petani

Suriadi
Suriadi

Rabu, 17 Januari 2018 20:20

Aziz Khawatir Kebijakan Impor Beras Rugikan Petani
62 / 100 Skor SEO

 

TROTOAR.ID, MAKASSAR  — Kebijakan pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang melakukan impor beras khusus sebesar 500 ribu ton dikhawatirkan merugikan petani. Langkah pemerintah itu sangat disayangkan.

Pasalnya, stok beras di beberapa daerah produsen, seperti Sulsel, malah sangat melimpah. Kebijakan impor beras menjelang masa panen malah berpotensi membuat harga beras anjlok.

Anggota Komisi II DPD RI, Aziz Qahhar Mudzakkar, merupakan salah satu wakil rakyat yang secara tegas menolak kebijakan impor beras. Di tengah kesibukannya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz tidak pernah melalaikan tugasnya. Hal itu dibuktikan dengan memperjuangkan hak rakyat dalam rapat bersama Kemendag dan Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu, 17 Januari.

Baca Juga  Hadir di Kota Maros, Cafe Berjalan Ini Diserbu Warga

“Saya tetap melaksanakan kewajiban saya sebagai wakil rakyat meski disibukan dengan agenda padat di Sulsel sebagai bakal calon wakil gubernur. Tugas sebagai anggota DPD tidak pernah saya tinggalkan karena ini tentang kepercayaan publik. Nah, soal polemik impor beras itu, sikap saya sangat jelas dan tegas yakni menolak,” kata pasangan Nurdin Halid (NH) ini, Rabu, 17 Januari.

Baca Juga  Bersama PAN. Aziz Qahhar Maju Nyaleg di Dapil Sulsel 2

Dalam rapat tersebut, Aziz memaparkan tidak ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk melakukan impor beras dari Vietnam dan Thailand. Toh, persedian beras di daerah produsen masih mencukupi untuk dipasok ke daerah yang mengalami kelangkaan stok. Contohnya, Sulsel yang selalu mengalami surplus beras dapat memenuhi kebutuhan provinsi lain. Terlebih, tidak lama lagi sejumlah daerah di Sulsel akan memasuki masa panen.

Selain tegas menolak kebijakan impor beras, Aziz menyatakan empat pernyataan sikap menanggapi polemik impor beras. Di antaranya yakni meminta pertanggungjawaban Kemendag dan Bulog terkait impor beras; meminta penjelasan Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) atas program cetak sawah dan subsidi pupuk yang toh tetap berujung pada kebijakan impor beras; serta meminta Bulog dapat dikembalikan kepada fungsi dan kewenangannya.

Baca Juga  Naskah Sejarah Ringkas Hari Jadi Sulawesi Selatan

“Saya juga meminta pemerintah menguatkan aturan agar Bulog dapat menyerap beras petani sesuai target,” tutup senator asal Sulsel tiga periode tersebut. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Oktober 2026 00:51
Pansus DPRD Sulsel Sepakat Tak Naikkan Tarif PKB dan BBNKB, Konsultasikan Perubahan Perda ke Kemendagri
4 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas perubahan Pe...
Parlemen27 Oktober 2026 00:46
Pansus DPRD Sulsel Dorong Dana Abadi Kebudayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
7 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Panitia Khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan DPRD Sulawesi Selatan mendorong pengu...
Metro26 Oktober 2026 14:44
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Appi Kejar Target Rampung Akhir 2027
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mulai memasuki ta...
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...