Ini Beberapa Hal yang Membuat DIAmi Sulit Dikalahkan di Pilkada

Suriadi
Suriadi

Minggu, 18 Maret 2018 22:20

Ini Beberapa Hal yang Membuat DIAmi Sulit Dikalahkan di Pilkada

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Elektabilitas calon Walikota petahana Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto yang jauh diatas rival politiknya, menarik perhatian sejumlah lembaga riset dan pengamat politik.

Bahkan dengan elektabilitas mencapai 71.8 persen, kalangan tersebut mengaku bila kekuatan yang di miliki petahana salah satu alasan incumbent ini sulit di tumbangkan oleh penantangnya Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Diantara hal yang membuat petahana ini sulit di tumbangkan yakni,

1. Posisi Incumbent

Dalam sejarah perhelatan pemilihan kepala daerah, posisi Incumbent sangat sulit ditumbangkan, mengingat kepercayaan masyarakat cukupntinggi atas keberhasilannya memimpin kurung waktu empat tahun

Bahkan dari sekian banyak Incumbent yang maju, sekitar 1batau dua incumbent yang berhasil dikalahkan, itu semua karena beberapa faktor yang mengakibatkan hal tersebut terjadi.

2. Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja Incumbent

Direktur Riset Celebes Research Center (CRC) Andi Wahyuddin Abbas beberapa waktu lalu mengungkapkan mayoritas masyarakat Makassar puas dengan kinerja kepemimpinan Danny Pomanto selama menjabat 3,5 tahun terakhir.

Baca Juga  Program Ojol Day Danny Pomanto, Dongkrak Pengguna 25 Persen

Berdasarkan hasil survei CRC pada November 2017, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Walikota Makassar sangat tinggi yakni pada angka 88%. Angka ini adalah yang paling tinggi jika diperbandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan.

“Jika masyakarat puas, maka peluang untuk dipilih menjadi semakin besar pula. Hal ini karena biasanya faktor terbuktinya kinerja menjadi salah satu alasan utama pemilih menentukan pilihan, tapi bukan satu-satunya alasan. Keputusan memilih pemilih biasanya merupakan komposit dari banyak faktor,” kata Wahyuddin, Jumat (16/03/2018).

3. Di Era Danny, Masyarakat Tambah Bahagia

Berdasarkan riset Celebes Research Center, index of happiness atau indeks kebahagiaan masyarakat Kota Makassar terus menanjak sejak awal masa Danny Pomanto menjabat hingga hari ini.

Direktur Riset CRC, Andi Wahyuddin mengatakan pada riset akhir 2017 lalu indeks kebahagiaan masyarakat Makassar mencapai 76 persen. Setahun sebelumnya indeks kebahagiaan mencapai 75,21 persen.

“Sudah dua tahun kami melakukan riset kebijakan publik di Kota Makassar, dan hasilnya indeks kebahagiaan masyarakat konsisten selalu menanjak naik. Ini menandakan bahwa program-program Pak Danny selama menjabat berhasil menambah gairah hidup warga Kota Makassar,” ungkap Wahyuddin, Kamis (15/03/2018).

Baca Juga  INIMI Gaungkan Ekonomi Biru dan Digitalisasi UMKM, Tiga Festival Baru Siap Diluncurkan untuk Makassar

Berdasarkan data Bappeda Kota Makassar, pada awal masa jabatan Danny Pomanto, indeks kebahagiaan masyarakat Kota Makassar hanya mencapai 68% persen. Artinya ada kenaikan drastis sebesar 8 persen dalam rentang 4 tahun masa jabatan Danny Pomanto.

Secara detil, 10 indikator yang menyusun indeks kebahagiaan antara lain: aspek keharmonisan keluarga 85,86 persen, aspek hubungan sosial 79,40 persen, aspek ketersediaan waktu luang 77,18 persen, aspek keadaan lingkungan 76,78 persen.

Kemudian aspek kondisi perumahan dan aset 75,89 persen, aspek kesehatan 74,93 persen, aspek kondisi keamanan 74,78 persen, aspek pekerjaan 74,47 persen, aspek pendapatan rumah tangga 68,11 persen, dan aspek pendidikan 64,67 persen.

4. Upaya Hukum Menjegal Majunya Danny Pomanto

Baca Juga  Kemarau Meluas, Pemprov Sulsel Distribusikan Air Bersih ke Warga Makassar dan Maros

Upaya Hukum yang dilakukan tim Hukum pasnagan calon Walikota dan Wakil Walikota Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi yang saat ini masih berproses pada PTTUN Makassar menjadi salah satu indikator mengapa masyarakat lebih memilih Incumbent ketimbang penantangnya.

Bahkan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Jayadi Nas menilai langkah tersebut merupakan langkah yang keliru dari pasangan Appi-Cicu karena justru berpotensi menguntungkan pasangan Moh Ramadhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Gugatan tersebut adalah bagian dari upaya tim Appi-Cicu untuk menjegal langkah DIAmi maju bertarung di pesta demokrasi 27 Juni mendatang, sekaligus sebagai strategi untuk melemahkan posisi DIAmi.

“Praktek-praktek politik yang saling menjegal seperti itu adalah bagian dari strategi rival untuk melemahkan Danny. Tetapi strategi ini bisa jadi bumerang bagi Appi-Cicu ketika tidak dapat dibuktikan. Karena kecenderungan masyarakat pemilih itu selalu simpati terhadap calon yang dizalimi,” kata Jayadi yang juga mantan Ketua KPU Sulsel ini, Jumat (16/03/2018)(**)

Sumber : INT

 Komentar

Berita Terbaru
Metro04 November 2026 17:35
Misi Dagang Sulsel-Jatim Catat Transaksi Rp5,46 Triliun, Andi Sudirman Dorong Perluasan Pasar dan Investasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat nilai trans...
Metro04 November 2026 17:31
419 Anak Disiapkan Ikuti Sunatan Massal Gratis, Dinkes Makassar Jadikan HUT Kota Momentum Berbagi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bertambahnya usia Kota Makassar menjadi 419 tahun tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan hiburan. Pemerintah Kota Makassa...
Metro04 November 2026 16:27
Penataan Peternakan Panaikang, Appi Cari Jalan Tengah: Relokasi Disiapkan, Modal Usaha Difasilitasi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Penataan kawasan permukiman tidak boleh berujung pada hilangnya mata pencaharian masyarakat. Prinsip itu menjadi pendekatan y...
Daerah04 November 2026 15:48
Pemkab Barru dan Bawaslu Perkuat Sinergi, Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif Jadi Fokus Menuju Pemilu 2029
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mulai memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barru s...