Perhatian terhadap pengembangan pesantren tidak lepas lantaran NH-Aziz memandang strategis keberadaan model pendidikan ala Islam. Terlebih, dari empat pasangan kandidat hanyalah pasangan nomor urut satu yang berlatar belakang pesantren. Aziz diketahui merupakan tokoh nasional yang dibesarkan dan kini membesarkan pesantren. Bahkan, ia tinggal dalam lingkungan pesantren.
“Tidak ada keraguan, Insha Allah jika kami ditakdirkan memimpin Sulsel, kami akan memperhatikan pendidikan pesantren. Saya ini orang pesantren sehingga tahu betul apa yang dibutuhkan pesantren dan akan melakukan yang terbaik buat pengembangan pesantren,” kata Aziz.
Aziz juga mengemukakan pesantren mesti melahirkan politisi andal yang berkontribusi pada kemaslahatan umat. Pesantren tidak boleh terlalu kaku dan menyalahartikan politik. Kata dia, stigma politik itu kotor merupakan kekeliruan mengingat semuanya bergantung pada individu. Sudah semestinya, kader pesantren hadir dalam sistem politik untuk memberikan pencerahan dengan melahirkan kebijakan populis.
“Stigma tersebut (politik itu kotor) adalah sesat, bila dikonsumsi mentah-mentah. Segala aspek kehidupan sekarang selalu diputuskan melalui kebijakan politik, maka semakin banyak politisi yang pro kepada umat dan rakyat maka semakin bagus pula kehidupan beragama dan bernegara kita,” terang Aziz yang pernah tiga kali menjadi anggota DPD RI.
Senada dengan Aziz, NH menyampaikan posisi pesantren sangat strategis, termasuk dalam implementasi programnya. Ia mencontohkan program keumatan dengan membangun Rumah Al-Quran di tiap desa membutuhkan ribuan guru mengaji. Dengan asumis dua guru mengaji di tiap Rumah Al-Quran, pihaknya membutuhkan sedikitnya butuh 6 ribu guru mengaji untuk menjalakan program keumatan.
“Kebutuhan minimal 6 ribu guru mengaji itu kita harapkan bisa dipasok dari pesantren-pesantren yang ada. Makanya, NH-Aziz memberikan atensi, termasuk bantuan untuk pesantren agar anak-anak kita yang mondok bisa lebih nyaman dan fokus belajar. Muaranya ya kita harapkan output yang lebih berkualitas,” tutup mantan Ketua PSSI itu. (*)
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Forkopimda turun langsung ke pasar menjelang Idul Adha…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya diplomasi Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Reses anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan, di Kecamatan Biringkanaya…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bantuan 25 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Reses anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan, kembali menjadi ruang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID— Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang progresif…
This website uses cookies.