Polemik Pembangunan CPI, Ini Tanggapan Ketua Hanura Sulsel

Suriadi
Suriadi

Jumat, 23 Maret 2018 18:28

Polemik Pembangunan CPI, Ini Tanggapan Ketua Hanura Sulsel

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Tokoh masyarakat, yang juga Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Ilhamsyah Mattalatta, menganggap pembangunan mega proyek Center Point of Indonesia (CPI), dinilainya sebagai salah satu bentuk kejahatan terhadap masyarakat.

Ilhamsyah membeberkan dari proses reklamasi yang dilakukan ada lima dampak buruk dari proyek pembangunan kawasan CPI terhadap masyarakat Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Pertama, proyek CPI yang diiringi pembangunan kompleks perumahan dan gedung akan membuat masyarakat kehilangan momentum menyaksikan matahari terbenam alias sunset dari Losari.

“CPI adalah kejahatan kepada masyarakat Sulsel, khususnya Kota Makassar. Toh, banyak dampak buruknya, salah satunya yaitu menghalangi atau menutup pemandangan laut, termasuk keindahan sunset. Padahal, dulunya kan gampang diakses, cukup melintas di Jalan Penghibur atau sepanjang Pantai Losari,” kata Ilhamsyah, Kamis, 22 Maret.

Dampak buruk kedua dari proyek CPI, Ilhamsyah melanjutkan munculnya ancaman banjir imbas reklamasi yang dilakukan. Reklamasi diketahui dapat membuat wilayah daratan semakin panjang, sehingga pergerakan aliran air dari hulu ke hilir semakin lambat.

“Berikutnya, reklamasi akan menjadi ancaman bagi aktivitas berbagai cabang olahraga perairan. Diketahui perairan Pantai Losari kerap dijadikan tempat pelaksanaan event olahraga air bergengsi. Mulai dari kejuaraan ski air, selancar angin, jet ski, layar dan lainnya,” ucapnya.

Dampak buruk keempat, Ilhamsyah menyampaikan proyek CPI akan mempercepat pendangkalan di kawasan pelabuhan. Terakhir, reklamasi tersebut juga menjadi ancaman kerusakan terumbu karang akibat sedimentasi yang menyebar ke pulau-pulau dan kawasan terumbu karang.

“Makanya, kita semua mendorong masyarakat yang peduli lingkungan dan organisasi seperti Walhi untuk terus berjuang (menolak proyek CPI),” ucap dia.

Ilhamsyah juga menyoroti langkah Pemerintah Provinsi Sulsel yang menjadikan pembangunan Masjid 99 Kubah sebagai tameng agar reklamasi tersebut bisa terus dilaksanakan. Pembangunan masjid rancangan Ridwan Kamil itu hanya upaya manipulasi utk mendapatkan lahan yang kemudian akan dijual kepada investor.

“CPI menjadikan pembangunan Masjid 99 Kubah sebagai tameng untuk sekadar mewujudkan reklamasi tersebut. Nyatanya itu manipulasi untuk mendapatkan lahan/tanah yang dijual kepada investor,” tutupnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah03 Mei 2026 20:48
Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-5 Gemes Squad di La...
Metro03 Mei 2026 17:16
Munafri: Muslim Life Fair Jadi Momentum UMKM Naik Kelas di Makassar
Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin...
Metro03 Mei 2026 16:29
Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi selur...
Daerah03 Mei 2026 14:55
TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026
JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus pada penguatan pelaksanaan progr...