Lantik 104 Pejabat, Ini Pesan Soni Sumarsono

Suriadi
Suriadi

Rabu, 11 Juli 2018 16:53

Lantik 104 Pejabat, Ini Pesan Soni Sumarsono
TROTOAR.ID, MAKASSAR — MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulsel, Dr Sumarsono, melantik 104 Pejabat Fungsional di Lingkup Pemprov Sulsel. Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan Pejabat Fungsional dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu (11/7).

Adapun yang dilantik, terdiri dari Pejabat Fungsional dari unit kerja Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian, Badan Pengembangan SDM, Biro Umum dan Perlengkapan, Badan Perpustakaan dan Kearsipan, Rumah Sakit, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Pendidikan.

Dalam arahannya, Sumarsono, menyampaikan, pelantikan ini adalah salah satu aplikasi dari peraturan pemerintah yang baru, dimana setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat menjadi Pejabat Fungsional, wajib dilantik dan mengangkat sumpah jabatan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana Penjabat Fungsional tak perlu dilantik, sekarang harus tetap dilantik.

“Jabatan ini adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan. Dan tentunya, pelantikan ini sudah dapat ijin tertulis Kementrian Dalam Negeri,” kata Sumarsono.

Pasca pelantikan Pejabat Fungsional ini, lanjut Sumarsono, akan dilanjutkan dengan pelantikan Pejabat Struktural, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Menurutnya, ke depan akan lebih banyak PNS yang berminat menduduki jabatan Fungsional dibandingkan dengan jabatan Struktural. Penyebabnya, penghasilan pada jabatan fungsional lebih besar daripada struktural. Makin tinggi kinerja, makin tinggi juga penghasilannya. Makanya, pemprov juga menerapkan sistem anggaran kinerja.

“Sekarang, bagi yang merasa tidak cocok dengan jabatannya, silahkan lapor ke Pak Sekda, supaya dapat jabatan yang lebih cocok. Semua PNS harus ditempatkan sesuai keahliannya,” tegasnya.

Khusus untuk guru-guru yang menempati Jabatan Fungsional dan baru saja dilantik, Sumarsono berpesan agar mereka bisa menjadi penyambung lidah antara pemerintah dengan masyarakat. Terutama, di masa-masa seperti sekarang, dimana proses penerimaan siswa baru via online yang dilakukan Dinas Pendidikan Sulsel, mendapat banyak sorotan.

“Guru-guru sebaiknya kasi penjelasan apa adanya. Kalau server down karena diserang hacker. Jangan malah ikut mengompori, hingga menimbulkan kepanikan diantara orangtua siswa,” pesannya.

Ia menyampaikan, sistem yang diterapkan saat ini untuk menyudahi sistem sekolah favorit, dan mengedepankan prinsip pemerataan. Sehingga, tidak ada lagi orangtua siswa yang berebut ingin menyekolahkan anaknya di SMA 17 atau SMA 5 saja, yang dianggap sebagai sekolah favorit.

“Mari kita sudahi itu dan mengikuti sistem zonasi, untuk memenuhi prinsip pemerataan. Kemarin, saya pulang kampung ke Jakarta, dan ternyata semua mengikuti sistem ini. Bahkan, Provinsi Sulsel yang terbaik di seluruh Indonesia dalam pelaksanaannya,” imbuhnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...