TROTOAR.ID, MAROS — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region VII bersama Komunitas Sekolah Inspirasi Alam (SIA) berkunjung ke SD Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulo, Kabupaten Maros, Sulsel.
Kunjungan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional itu guna memberi semangat dan dukungan.
Dalam kegiatan ini, relawan dari Pertamina MOR VII berbagi inspirasi dan pengetahuan tentang serba-serbi energi. Sekaligus memberikan bantuan peralatan sekolah berupa sepatu dan tas bagi siswa siswi.
Baca Juga :
Sebelumnya, Pertamina MOR VII juga telah memberikan bantuan sarana prasarana kepada SD Cindakko senilai Rp 42 juta.
Bantuan itu berupa perbaikan perpustakaan mini, bantuan seragam sekolah siswa, perlengkapan alat tulis sekolah serta fasilitas keagamaan.
Murid SD Dusun Cindakko harus menempuh perjalanan 3-5 kilometer untuk bersekolah.
Mereka harus berjalan kaki melalui jalur setapak, menyusuri pegunungan yang terjal untuk sampai di SD Cindakko.
Di dalam satu ruangan papan sederhana berukuran 4×3 meter inilah, 68 siswa dari Dusun Cindakko bersekolah.
Dusun Cindakko yang belum tersentuh listrik dihuni 112 kepala keluarga. SD satu-satunya di dusun itu merupakan kelas jauh dari SD 246 Bonto-Bonto.
Siswa siswinya yang hanya mencapai kelas 3, belajar berhimpitan dalam satu ruangan beralaskan tanah liat, dan diajar oleh satu guru honorer.
Dari kota Makassar diperlukan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, dengan 2 jam berkendara dan 3 jam harus berjalan kaki/trekking atau menggunakan motor khusus.
Unit Manager Communication and CSR MOR VII M Roby Hervindo yang ditemui di lokasi menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kepedulian Pertamina dalam bidang pendidikan.
“Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud menyebutkan di tahun 2016/2017, terdapat 2.550 anak jenjang SD di Sulawesi Selatan yang tidak bersekolah. Kondisi ini sangat tergambar di Dusun Cindakko,” ujarnya.
“Sekitar lebih dari 90 persen penduduk Dusun Cindakko tidak pernah mengenyam bangku pendidikan, bahkan tidak sedikit di antara mereka juga tuna aksara. Jika pendidikan tidak berkualitas, akan sangat sulit bagi masyarakat Cindakko untuk meningkatkan kehidupannya,” lanjutnya.(*)




Komentar