Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres, Propaganda Politik Mampu di Kubuh Prabowo

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 09 Agustus 2018 02:36

Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres, Propaganda Politik Mampu di Kubuh Prabowo
TROTOAR.ID, JAKARTA — Jelang masa pendaftaran bakal calon Presiden dan wakil Presiden berakhir pada Jum’at 10 Agustus, dinamika politik terus memanas, khusunya  di internal partai calon penhusung Parabowo Subianto.

Bahkan isu propaganda politik, antara PAN-PKS dan Demokrat mulai memanas, pasca beredarnya kabar yang mengungkapkan jika masuknya nama Sandiaga Uno dalam bursa Capres Prabowo dikarenakan adanya mahar politik yang diterima oleh PAN dan PKS oleh Sandi

Namun kabar tersebut sontak dibantah secara bersama-sama oleh PAN, PKS dan Gerindra, bahkan saling sindri dari partai koalisi Prabowo selaku penerima uang mahar mengakibatkan tidak solidnya partai politik calon pengusung Prabowo Subianto.

Bahkan ketua umum PAN Zulkifli Hasan dengan tegas,  membantah rumor jika partainya mendapat mahar dari Sandiaga Uno wakil Gubernur DKI yang tiba-tiba namanya menguat mendampingi Prabowo Subianto.

‘itu isu murahan dan dari mana isu itu, bilang PAN dapat maharlaha dari Sandi, isu itu tidak layak dibahaa, itukan isu  hoax. Mending ngomong capres sajalah,” kata  Zulkifli Hasan Ketua Umum DPP PAN di depan kediaman Prabowo Subianto di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya tudingan yang dilontarkan elite partai Demokrat Andi Arief sebagai propaganda politik yang mencoba memecah belah kekuatan dan kesolidtan PAN mendukung Prabowo Subianto.

Wasekjen PKS Abdul Hakim seperti dikutip detikcom, mengatakan, PKS tidak termakan isu sepertinmurahan seperti itu. Saat ini PKS sedang berkoaentrasi memperjuangkan aspirasi ulama dan umat untuk mendorong menjadi pasangan Prabowo Subianto.

“Sesuatu yang tak pantas dialamatkan ke PKS, Kami ini sedang perjuangkan aspirasi ulama dan umat. Sesuatu yang ,” ujar Wasekjen PKS Abdul Hakim.

Sementara sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, isu yang di lempar tersebut tidak benar, namun dia akan mengecek sacara detail informasi yang dilontarkan wasekjen PD.

“Saya kira nggak benar. Tapi Saya akan cek dulu,” ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di kediaman Prabowo malam tadi

Isu yang mencoba memporak-porandakan  koalisi Prabowo juga di bantah oleh Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik. Dirinya mengungkapkan tudingan tersebut bentuk propaganda politik di internal Prabowo dan jelas semua itubtidak benar

‘itu siunpropaganda dan saya yakin semua itu tidak benar, ini isu untuk memecah belah kesatuan dalam solidnya partai pendukung Prabowo,”Jelasnya.

Diketahui jika Isu maha politik sebesar Rp500 M untuk PAN dan PKS di lontarkan Wasekjend Partai Demokrat Andi Arief, yang  kesal atas sikap Prabowo Subianto yang cenderung akan milih Wakil Gubernur DKI berpasangan dengannyaaju di pilpres 2019

Bahkan dengan Gamblang Andi menyebut Sandi menyetor uang mahar sebesar Rp 500 miliar ke PAN dan PKS untuk dapat dipilih menjadi cawapres Prabowo.

“Sandi Uno yang sanggup kok membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” ujar Andi kepada wartawan.(***)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen22 Agustus 2026 18:24
Salman Alfarizi Karsa Serap Aspirasi Warga Tamamaung, Beasiswa Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APB...
Hukum22 Agustus 2026 17:09
MA Larang JPU Ajukan Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas, SEMA 4/2026 Terbit
JAKARTA, Trotoar.id — Mahkamah Agung (MA) menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa jaksa penuntut umu...
Parlemen22 Agustus 2026 17:00
Disambut Angngaru, Zalman Alfarizi Serap Aspirasi Warga dalam Pengawasan APBD Sulsel 2026
Makassar, Trotoar.id — Suasana kegiatan Pengawasan APBD Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 berlangsung semarak saat Anggota DPRD Provinsi Sulawesi...
Metro22 Agustus 2026 00:06
Appi Ajak KKDB Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Dorong Jadi Sumber Ekonomi
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan sampah di Kota Makassar tidak lagi cukup diselesaikan dengan mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pemerintah...