SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Putriana, terus mengintensifkan konsolidasi partai dengan turun langsung menyapa kader hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
Dengan mengenakan cadar, Andi Putriana justru menunjukkan konsistensi gerakan politik di lapangan.
Bersama jajaran pengurus harian, ia berkeliling ke sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI di wilayah Selayar, di antaranya Kecamatan Benteng, Bontomanai, Buki, dan Bontomatene.
Baca Juga :
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan mesin partai berjalan aktif, solid, dan terstruktur hingga ke level paling bawah.
Dalam setiap titik, ia bertemu langsung dengan pengurus inti DPC, mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara, guna memperkuat koordinasi dan mengevaluasi kesiapan organisasi.
Tak hanya di tingkat kecamatan, Andi Putriana juga menekankan pentingnya pembentukan dan penguatan kepengurusan di tingkat desa sebagai fondasi utama partai.
“Penguatan struktur sampai ke desa adalah kunci. PSI harus benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Di sela kunjungannya, ia juga aktif mensosialisasikan visi besar PSI sebagai “rumah bersama” yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa sekat.
Menurutnya, pendekatan inklusif menjadi arah baru PSI dalam memperluas basis dukungan dan memperkuat partisipasi publik dalam politik.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, serta kepemimpinan wilayah Sulawesi Selatan oleh Muammar Gandi Rusdi, PSI disebut terus bertransformasi menjadi partai yang lebih terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kerja nyata.
“PSI bertransformasi menjadi partai yang lebih inklusif atau ‘Partai Super Tbk’ (terbuka). Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dan menjadikan partai ini sebagai rumah perjuangan bersama,” jelasnya.
Ia mengakui, pada awalnya PSI belum banyak dikenal di tengah masyarakat. Namun, melalui kerja-kerja lapangan yang konsisten, partai tersebut mulai menunjukkan eksistensinya.
“Awalnya tidak banyak yang mengenal PSI, tapi kami terus bergerak. Justru dari lapangan inilah kekuatan partai dibangun,” tambahnya.
Andi Putriana menegaskan, PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses politik, menyampaikan gagasan, serta bergerak bersama mendorong perubahan.
“PSI adalah rumah bersama. Kami membuka ruang bagi semua kalangan untuk ikut terlibat dan berkontribusi,” tegasnya.




Komentar