JAKARTA KESEPIAN

Suriadi
Suriadi

Selasa, 14 Agustus 2018 02:28

JAKARTA KESEPIAN
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Politik bukanlah rimba belantara, namun rana pengabdian yang sangat mendalam untuk melakukan perubahan. Saat Jakarta mencari perubahan, maka anak anak bangsa mesti turun dan melakukan kepastian.

Saya sangat ragu, jika politik adalah tempat melempar lempar. Belum selesai sudah ada yang baru. Ibarat istri satu tak cukup untuk memenuhi nafsu.

Begitulah Jakarta, ibu kota Indonesia yang mau tidak mau harus menerima. Orang orang ke sana mencari harta untuk makan, rela meninggalkan desa demi Jakarta yang katanya menyimpan banyak nyawa.

Di sana Indonesia tumbuh,roda kehidupan berputar tanpa batas. Beraksilah orang orang. Mereka berangkat dari rumah dengan kaya harapan.

Saat ini Jakarta masih menjadi andalan. Kerap ketika Indonesia mengadakan acara, Jakarta menjadi tempat untuk mementaskannya. Contohnya saja Asian Games, Konfrensi dan pesta pesta besar lainnya.

Namun Jakarta tak sekedar kota dan nilai nilai sejarah, di sana ada masa depan yang mesti digenggam.

Semraut masih hadir dikanal kanal. Lorong lorong banyak sampah berserakan. Kemiskinan jadi biang lahirnya banyak masalah.

Jakarta adalah jantungnya Indonesia. Orang orang yang punya kuasa tak boleh banyak main dan tak jelas tingkah. Jantung itu harus betul betul sehat, memompa darah agar tetap mengalir seperti biasa.
Jakarta adalah markas, di sana terletak semua gedung tapi belum juga rapi tertata. Dari yang istimewa hingga rusun yang disewa. Dari gedung istana hingga lahan yang masih terbelunggu kasus sengketa.

Inilah Jakarta, rumah besar partai terpampang menjulang dengan kibaran bendera. Kantor perusahaan ternama berlomba meninggikan hingga membangun menara.

Saat dulu Jokowi meninggalkan Jakarta, hanya untuk mengabdi buat Indonesia dan ini adalah hal yang sama giliran Mas Sandiaga yang ikut jadi peserta. Rasanya jakarta adalah ajang yang siapa bisa masuk di istana yang mega bukan ruang untuk menuntaskan pengabdian dengan tenaga dan akal pikiran.

Saya melihatnya Jakarta adalah pentas berlaga, setelah naik tahta bukan lagi loyalitas yang utama namun perintah partai mesti dijalankan.

Kalau ada yang bilang, Indonesia butuh mereka tapi entaskan dulu pengabdian karena sudah disumpah atas nama rakyat Jakarta.

Sungguh, Jakarta sangat kesepian. Jika saat waktunya ini yang harus kita benah. Bukan karena ego politik belaka tapi Jakarta menyangkut Indonesia juga.

Jakarta adalah ejawantah dari kota kota di Indonesia. Biasanya semua produk transit di sana lalu di kirimlah ke daerah nan jauh di sana. Jakarta butuh sosok yang loyal, dari ujung niat dan sampai ke hati ikhlas untuk kota yang dulunya bernama Batavia.

Politik merubah Jakarta jadi ajang unjuk suara, dari dari data yang ada Jakarta masih menduduki sebagai kota denga penduduk terbanyak.

Hingga datanglah para pengusaha sampai jendral yang sudah purna. Mendirikan partai dan masuk di medan laga merebut tahta dan merencanakan strategi demi sebuah kuasa.

Inilah realitas Jakarta, kota yang sulit mendapat kesunyian tapi sekarang kesepian.

Penulis; Ahmad Takbir Abadi (Bukan warga Jakarta, namun cinta Jakarta)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...
Parlemen09 September 2026 18:53
Sidak SPBU Pettarani, Komisi D DPRD Sulsel Ungkap Penyebab Antrean Solar Mengular
MAKASSAR, Trotoar.id  — Antrian panjang kendaraan berbahan bakar diesel yang hendak mengisi Solar subsidi di sejumlah SPBU Kota Makassar menjadi pe...
Metro09 September 2026 17:17
Appi Bekali 5.000 Maba Bosowa Jadi Pengawas Sosial dan Mitra Pembangunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta ribuan mahasiswa baru Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa tidak ...