TROTOAR.ID, MAKASSAR — Bakal calon presiden Joko Widodo telah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah dirilis oleh pihak KPK mengenai jumlah harta kekayaan miliki Joko Widodo.
Bahkan harta kekayaan Jokowi mencapai Rp 50,2 M yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak berupa Tanah bangunan dan alat transportasi. Namun Jokowi juga memiliki utang sebesar Rp1,1 M
“Pelaporan LHKPN atas nama calon presiden Joko Widodo sudah terverifikasi dan dinuatakan lengkap,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media melalui pesan singkat, Rabu (15/8).
Baca Juga :
Pelaporan Harta kekayaan Milik Jokowi ke KPK yang terbaru, Dimana mantan Gubernur DKI tersebut terakhir melaporkan LHKPN miliknya pada akhir Desember 2017.
Bersasarkan LHKPN, calon Presiden petahana, seperti yang dilansir CNNIndonesia, Jokowi memiliki sejumlah bidang tanah yang berada di beberapa wilayah di Pulau Jawa yang nilai totalnya mencapai Rp 43.888.588.000, diantaranya Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Jakarta Selatan.
Selain memiliki alhartabyak bergerak mantan Wali kota Solo juga memiliki sejumlah kendaraan otomotif berupa satu unit mobil Suzuki Pick Up, dua unit mobil Isuzu Truck, dua unit mobil Mercedes-Benz, satu unit mobil Daihatsu Espass, satu unit Nissan Grand Livina, satu unit mobil Isuzu Panther St. Wagon.
Kemudian satu unit mobil Toyota Kijang Innova, satu unit mobil Nissan Juke, satu unit motor Yamaha Vega, dan satu unit motor Chopperland Chopper. Total aset bergerak Jokowi itu sejumlah Rp1.083.500.000.
Selain itu Jokowi juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp360.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp6.109.234.704. Dengan demikian total aset Jokowi sebesar Rp51,4 miliar.
Harta baik bergerak maupun tidak bergerak milik Jokowi jika dibandingkan dengan rivalnya jauh berbeda, dimana Prabowo Subianto memiliki harta kekayaan baik bergerak dan tidak bergerak sebesar 1.9 Triliun. Sementara Sandiaga memiliki total harta sebesar Rp5 triliun.(**)




Komentar