TROTOAR.ID — Gempa bumi yang sempat mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya beberapa waktu lalu, masih menyisahkan duka yang mendalam bagi warga Lombok.
Gempa Bumi yang berkekuatan 6.9 Scala Richter (SR) juga memporak-porandakan bangunan rumah ibadah pertokoan perkantoran hingga rumah warga.
Bahkan pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) justru memiliki ide untuk mendirikan Bilik Asmara yang tidak pernah terpikirkan oleh warga korban Gempa
Baca Juga :
Bilik Asmara tersebut nantinya akan didirikan ditengah-tengah posko pengungsian dan diperuntukkan bagi mereka yang telah memiliki hubungan resmi suami istri.
“Ke depan harus dipikirkan karena pengalaman (gempa) Garut. Pengungsi harus ke hotel mengeluarkan biaya,” kata Nyimas Aliah, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat Dan Kondisi Khusus, Media Talk Kementerian PPPA, Jumat (24/8/2018). Sepertibyang dilansir dilamar suara.com
Menurut Aliah, Bilik Asmara nantinya akan lebih efektif untuk mencegah dampak stres yang akan menimbulkan kekerasann dalam kondisi stres.
“Di sana, suami istri bisa berpelukan mengurangi stres. Jadi bukan hanya biologis tapi untuk kenyaman dan untuk mengurangi KDRT,” sambung Aliah.
Karenanya, Aliah berharap Bilik Asmara mampu menjadi satu solusi untuk mengurangi tindakan kekerasan yang kerap menjadikan perempuan dan anak menjadi korban. (**)




Komentar