Tidak Capai Target Kepala SKPD Terancam di Copot

Suriadi
Suriadi

Selasa, 11 September 2018 18:06

Tidak Capai Target Kepala SKPD Terancam di Copot
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, akan cukup tegas dalam penilaian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Iapun tak akan segan-segan mencopot Kepala SKPD yang tidak mencapai target.

Andi Sudirman mencontohkan, masih ada beberapa lahan pertanian yang tidak mendapatkan pengairan yang cukup. Padahal, lahan tersebut berada di sekitar sungai atau bendungan.

“Permintaan saya cuma satu. Bagaimana caranya air ini bisa naik mengairi areal pertanian. Kalau airnya tidak bisa naik, berarti kepala SKPD-nya yang turun. Saya rasa ini adil,” kata Andi Sudirman, di sela-sela Basic Character and Study Skill (BCSS) Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi, yang digelar di Kampus Unibos, Selasa (11/9).

Baca Juga  Dinamika Politik Meningkat, Parpol Ibarat "Kodok", Loncat Sana Loncat Sini

Menurut Andi Sudirman, ada target-target yang akan diberikan kepada setiap SKPD berdasarkan lima program nyata yang telah ditetapkan. Pertama, pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi komoditas Sulsel. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Kedua, pembangunan infrastruktur yang menjangkau masyarakat desa terpencil.

Baca Juga  Pemrov Sulsel Bahas Penyusunan CPNS

Ketiga, rumah sakit regional di enam wilayah dan ambulans siaga. Keempat, birokrasi anti korupsi dan pendidikan masyarakat madani. Dan kelima, destinasi wisata andalan berkualitas internasional.

“Semua akan dinilai berdasarkan kinerja,” tegasnya.

Penilaian berbasis kinerja ini, lanjut Andi Sudirman, tentu akan berpengaruh terhadap tunjangan para pegawai. Iapun menjanjikan kesejahteraan bagi mereka yang berkinerja baik.

Baca Juga  Wagub: Narkoba Pembunuh Massal Terstruktur

“Kalau sekarang TPPnya 20 persen, kerja yang baik, kita cukupkan 100 persen. Darimana diambil? Dari semua kebocoran dikumpulkan, dari hasil kinerja mereka selama ini. Kita inginkan, mereka PNS tapi bergaji perusahaan asing.

Di perusahaan asing itu, untuk yang nol pengalaman saja bergaji Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, sehingga mereka malu untuk mengambil yang bukan haknya,” terangnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 23:18
Jelang Pelantikan Golkar Sulsel, Bendera dan Baliho Bahlil-IAS Hiasi Jalanan Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Suasana Kota Makassar mulai semarak menjelang pelantikan pengurus Dewan Pimpinan...
Politik23 Oktober 2026 21:36
Golkar Sulsel Menguningkan Makassar, Konsolidasi Politik dan Ujian Empati kepada Warga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Akhir pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi panggung konsolidasi Partai Gol...
Metro23 Oktober 2026 19:49
Naoemi Octarina Pimpin Delegasi Sulsel, Perkuat Sinergi Dekranasda, PKK, dan Posyandu
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO DENPASAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi program pemberdayaan ma...
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...