“Yang ada tinggal dikasih wallpaper dan karpet yang penting layak, kalau saya lebih ke kepemiliharaan dan dioptimalkan (pemanfaatannya) saja,” kata Nurdin, Kamis (13/9).
Ketika ditanya oleh awak media terkait rencana perluasan Kantor Gubernur yang direncanakan di era sebelumnya, dimana Pemprov merencanakan untuk pembangunan Rusunawa bagi PNS. PNS yang rajin dan berprestasi ditempatkan di sana agar lebih mudah aksesnya menuju tempat kerja.
“Apa yang mau dibuat? kalau saya, selama masih bisa digunakan, gunakan dulu. Pengalaman saya di Bantaeng, kantor itu terakhir, rumah jabatan itu terakhir. Yang saya pentingkan adalah pemenuhan kebutuhan rakyat,” sebutnya.
Dicontohkan, hal yang mendesak bagi Nurdin dan menjadi tanggungjawab provinsi untuk dibiayai seperti perbaikan jalan provinsi yang rusak.
Selain itu layanan publik ke daerah yang butuh dukungan, seperti menurunkan akan kematian ibu, pengadaan ambulans mobile (bergerak).
“Kira-kira masyarakat bisa rasakan, layanan publik perizinan. Jangan kantor bagus tetapi pelayanan tidak berubah. Mengurus izin juga lama, tidak tahu kapan selesainya,” sebutnya.(*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.