Tak Kenal Waktu, Nurdin Abdullah, Tinjau Rest Area di Bantaeng

Suriadi
Suriadi

Minggu, 16 September 2018 15:24

Tak Kenal Waktu, Nurdin Abdullah, Tinjau Rest Area di Bantaeng
TROTOAR.ID, BANTAENG — Sekira pukul 23.15 Wita, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyempatkan diri untuk singgah meninjau lokasi pembangunan Rest Area Bantaeng. Hal ini Ia lakukan usai menutup acara Festival Pinisi di Kabupaten Bulukumba, Sabtu (15/9).

Tempat peristirahat sejenak atau untuk transit sebelum untuk beristirahat dan melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ini, hadir dengan konsep one stop rest area ini, dengan pelayanan parkir yang luas, tempat istirahat, toilet, klinik kesehatan 24 jam, kios-kios warga, mini market, mushola dan lainnya.

Rest area ini dibangun diakhir masa pemerintahan Nurdin saat menjadi Bupati Bantaeng. Selain pembangunan jalan dan irigasi, rest area menjadi fokusnya. Lokasinya berada di perbatasan kabupaten Bantaeng-Jeneponto, Ia harapkan dengan mampu mendorong pesat perekonomiannya masyarakat menegah ke bawah dan menjadi pusat ekonomi baru.

“Ini menjadi tanda mata (cendera mata) Saya sepuluh tahun terakhir, ini sudah mau diaspal, belakang ini tempat mancing,” kata Nurdin.

Nurdin menyebutkan tempat ini dibangun karena melihat begitu banyak penjual-jual menggunakan gerobak atau dipinggir jalan menjajakan jualan. Jadi terpikirlah untuk menata dan menempatkan pada satu tempat.

“Jadi saya pikir perlu wadah, makanya gerobak-gerobak ini, pindah kesini dibuatkan lebih permanen, orang dari mana berjualan, orang dari Jeneponto, orang jeneponto itu fighter (petarung), banyak produk UKM kita, ada semua disini,” sebutnya.

Rest area yang pembangunnanya telah mencapai 80 persen ini, Ia harapkan bisa ditata dengan baik oleh bupati selanjutnya. Adapun luas rest area milik Pemda Bantaeng ini memiliki luas 2 Ha, lengkap dengan fasilitas standar hotel.

“Ini klinik dan toilet ada shower di dalam dan ini standar hotel,” ungkap Nurdin.

Nurdin menjelaskan rest area ini berbeda dengan terkait rencana Pemprov dibawah kepemimpinanya untuk membangun rest area di sepuluh titik di Sulsel, dimana luasnya sekira 7 Ha. Katanya, banyak kabupaten telah menyiapakan lahan tapi itu satu syaratnya, harus punya view yang bagus.

Imbuhnya, karena milik Pemda maka kios-kios milik warga akan digratiskan dari biaya sewa.

“Tidak ada yang disewa, sampai dia mapan baru dia berikan kontribusi,” paparnya.

Adapun untuk biaya maintanance (pemeliharaan) berasal dari biaya sewa dari bisnis waralaba yang menyewa tempat di rest area tersebut. Sedangkan masyarakat digratiskan.

Ia harapkan, dengan hadirnya rest area ini kondisi kesehatan masyarakat bisa terjaga dan dapat menikmati perjalan dengan baik.

“Jadi orang masuk Bantaeng kesannya adem,” pungkas Nurdin.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...