Tempat peristirahat sejenak atau untuk transit sebelum untuk beristirahat dan melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan ini, hadir dengan konsep one stop rest area ini, dengan pelayanan parkir yang luas, tempat istirahat, toilet, klinik kesehatan 24 jam, kios-kios warga, mini market, mushola dan lainnya.
Rest area ini dibangun diakhir masa pemerintahan Nurdin saat menjadi Bupati Bantaeng. Selain pembangunan jalan dan irigasi, rest area menjadi fokusnya. Lokasinya berada di perbatasan kabupaten Bantaeng-Jeneponto, Ia harapkan dengan mampu mendorong pesat perekonomiannya masyarakat menegah ke bawah dan menjadi pusat ekonomi baru.
“Ini menjadi tanda mata (cendera mata) Saya sepuluh tahun terakhir, ini sudah mau diaspal, belakang ini tempat mancing,” kata Nurdin.
Nurdin menyebutkan tempat ini dibangun karena melihat begitu banyak penjual-jual menggunakan gerobak atau dipinggir jalan menjajakan jualan. Jadi terpikirlah untuk menata dan menempatkan pada satu tempat.
“Jadi saya pikir perlu wadah, makanya gerobak-gerobak ini, pindah kesini dibuatkan lebih permanen, orang dari mana berjualan, orang dari Jeneponto, orang jeneponto itu fighter (petarung), banyak produk UKM kita, ada semua disini,” sebutnya.
Rest area yang pembangunnanya telah mencapai 80 persen ini, Ia harapkan bisa ditata dengan baik oleh bupati selanjutnya. Adapun luas rest area milik Pemda Bantaeng ini memiliki luas 2 Ha, lengkap dengan fasilitas standar hotel.
“Ini klinik dan toilet ada shower di dalam dan ini standar hotel,” ungkap Nurdin.
Nurdin menjelaskan rest area ini berbeda dengan terkait rencana Pemprov dibawah kepemimpinanya untuk membangun rest area di sepuluh titik di Sulsel, dimana luasnya sekira 7 Ha. Katanya, banyak kabupaten telah menyiapakan lahan tapi itu satu syaratnya, harus punya view yang bagus.
Imbuhnya, karena milik Pemda maka kios-kios milik warga akan digratiskan dari biaya sewa.
“Tidak ada yang disewa, sampai dia mapan baru dia berikan kontribusi,” paparnya.
Adapun untuk biaya maintanance (pemeliharaan) berasal dari biaya sewa dari bisnis waralaba yang menyewa tempat di rest area tersebut. Sedangkan masyarakat digratiskan.
Ia harapkan, dengan hadirnya rest area ini kondisi kesehatan masyarakat bisa terjaga dan dapat menikmati perjalan dengan baik.
“Jadi orang masuk Bantaeng kesannya adem,” pungkas Nurdin.(*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.