TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pembatalan seminar yang rencananya akan dilakukan Oleh Badan Ekxekutive Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) izin penggunaan gedung di cabut oleh pihak fakultas.
Bahkan intimidasi- intimidasi di duga di dapatkan oleh pihak panitia, termasuk ancam Drop Out (DO) dari Kampusnya UGM pun didapatkannya.
Mengenai hal tersebut, wakil ketua Umum PB HMI Pahmuddin Kholik menganggap pembatalan seminar di UGM telah menjadi sebuah tindakan persekusi dalam dunia akademik.
Baca Juga :
“Kita prihatin akan nasib dunia pendidikan saat ini, dimana organisasi intra kampus, BEM, HMJ dan lain-Lainnya dituntut untuk menjalankan kegiatan dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Kita prihatin akan tindakan “persekusi” dalam dunia pendidikan, pembatalan seminar merupakan proses dalam dunia pendidikan non reguler, dimana pemgurus intra kampus menjadi dalam Hal BEM Universitas, BEM Fakultas bahkan himpunan mahasiswa Jurusan itu diwajibkan menjalanjan kegiatan intra maupun ekstra kampus,” ungkap Pahmuddin Kholik.
Mantan Ketua Badko HMI Sulselbar tersebut menyebutkan, birokrasi Kampus harus bisa lebih memahami dan jelih melihat peluang pembinaan mahasiswa yang dilakukan oleh lembaga intra kampus. Mengingat kegiatan intra kampus merupakan salah satu syarat untuk meraih akreditasi ditingkat jurusan maupun Universitas
Bahkan pembatalan kegiatan seminar yang seharusnya menghadiri dua mantan Menteri, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan sebagai sikap Otoriter birokrasi kampus yang dianggapnya mencederai kaidah pendidikan dalam mencapai sebuah ilmu.
Meski demikian dia juga menganggap jika kegiatan politik dalam kampus juga dianggapnya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi, sebab kampus merupakan, lembaga pendidikan yang harus terlepas dari Hirruk pikuk aroma politik (Pilpres)
“Saya menghimbau kepada semua Rektor se-Indonesia untuk membentengi diri dari kepentingan politik praktis, apa lagi jika sudah mengarah pada peran Tim sukses, kampus adalah wilayah steril dari praktek politik, disana ada nilai yang wajib terjaga, benteng terakhir bangsa dan Negara jika terpuruk adalah penghuni kampus, karena kampus kita harapkan menjaga politik nilai, politik moralitas yang menjaga etika politik bangsa.” pungkasnya




Komentar