UGM Batalkan Seminar Mahasiswa, Ini Tanggapan Waketum PB HMI

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:23

UGM Batalkan Seminar Mahasiswa, Ini Tanggapan Waketum PB HMI
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pembatalan seminar yang rencananya akan dilakukan Oleh Badan Ekxekutive Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) izin penggunaan gedung di cabut oleh pihak fakultas.

Bahkan intimidasi- intimidasi di duga di dapatkan oleh pihak panitia, termasuk ancam Drop Out (DO) dari Kampusnya UGM pun didapatkannya.

Mengenai hal tersebut, wakil ketua Umum PB HMI Pahmuddin Kholik menganggap pembatalan seminar di UGM telah menjadi sebuah tindakan persekusi dalam dunia akademik.

“Kita prihatin akan nasib dunia pendidikan saat ini, dimana organisasi intra kampus, BEM, HMJ dan lain-Lainnya dituntut untuk menjalankan kegiatan dalam membentuk karakter mahasiswa.

“Kita prihatin akan tindakan “persekusi” dalam dunia pendidikan, pembatalan seminar merupakan proses dalam dunia pendidikan non reguler, dimana pemgurus intra kampus menjadi dalam Hal BEM Universitas, BEM Fakultas bahkan himpunan mahasiswa Jurusan itu diwajibkan menjalanjan kegiatan intra maupun ekstra kampus,” ungkap Pahmuddin Kholik.

Mantan Ketua Badko HMI Sulselbar tersebut menyebutkan, birokrasi Kampus harus bisa lebih memahami dan jelih melihat peluang pembinaan mahasiswa yang dilakukan oleh lembaga intra kampus. Mengingat kegiatan intra kampus merupakan salah satu syarat untuk meraih akreditasi ditingkat jurusan maupun Universitas

Bahkan pembatalan kegiatan seminar yang seharusnya menghadiri dua mantan Menteri, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan sebagai sikap Otoriter birokrasi kampus yang dianggapnya mencederai kaidah pendidikan dalam mencapai sebuah ilmu.

Meski demikian dia juga menganggap jika kegiatan politik dalam kampus juga dianggapnya sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi, sebab kampus merupakan, lembaga pendidikan yang harus terlepas dari Hirruk pikuk aroma politik (Pilpres)

“Saya menghimbau kepada semua Rektor se-Indonesia untuk membentengi diri dari kepentingan politik praktis, apa lagi jika sudah mengarah pada peran Tim sukses, kampus adalah wilayah steril dari praktek politik, disana ada nilai yang wajib terjaga, benteng terakhir bangsa dan Negara jika terpuruk adalah penghuni kampus, karena kampus kita harapkan menjaga politik nilai, politik moralitas yang menjaga etika politik bangsa.” pungkasnya

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah24 Mei 2026 23:08
Kisah Nene Mallomo Dipentaskan di Makassar, Rawat Nilai Moral Kebudayaan Sidrap
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Nilai-nilai moral dan kearifan lokal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali digaungkan melalui panggung seni di Kota Ma...
Daerah24 Mei 2026 23:05
Sabet Tiga Penghargaan di Gapura Awards Sulsel, IGTKI-PGRI Sidrap Raih Kado Terindah Akhir Kepengurusan
MAKASSAR, ROTOAR.ID — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membangg...
Metro24 Mei 2026 22:59
Gubernur Sulsel Tinjau Progres Jalan Hertasning, Proyek MYP Capai 64 Persen
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan Program Multiyea...
Olahraga24 Mei 2026 22:50
Bupati Sidrap Tutup Kejurnas Drag Race 2026 Putaran 2 di Lanud Sultan Hasanuddin
MAKASSAR, Trotoar.id — Putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race IMI 2026 resmi berakhir dengan sukses. Ajang balap trek lurus paling be...