TAKALAR, TROTOAR.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara luring, kali ini bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas demokrasi ke depan sangat bergantung pada keseriusan semua pihak dalam membenahi tata kelola pemilu sejak dini.
“Pemilu 2029 hanya akan lebih baik apabila kita mulai membenahi tata kelola kepemiluan secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga :
Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum refleksi penting dalam membangun kesadaran demokrasi.
Saiful Jihad menekankan bahwa sejarah kebangkitan bangsa mengajarkan pentingnya keberanian untuk berubah demi masa depan yang lebih baik.
“Sebuah bangsa hanya bisa bangkit jika memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan membangun tata kelola yang lebih baik,” tambahnya.
Program P2P merupakan upaya strategis Bawaslu dalam:
- Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses pemilu
- Mendorong keterlibatan aktif dalam pengawasan
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab menjaga integritas demokrasi
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang dengan antusias tinggi. Diharapkan, para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Melalui program ini, Bawaslu berharap lahir generasi masyarakat yang tidak hanya paham demokrasi, tetapi juga berperan aktif dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Sulawesi Selatan.




Komentar