TROTOAR.ID, MAKASSAR — Niat kedelapan pemain PSM Makassar U-19, untuk pulang ke kampung halamn mereka harus tertunda sesaat, pasanya pihak manajemen PSM Makassar belum membayarkan honor mereka selama dua bulan ke delapan pemain yang berasal dari luar Sulsel tersebut.
Bahkan hingga saat ini mereka harusm, bertahan di Mes WIrabuana jalana Amanagappa Kota Makassar, hingga mendapat kepastian kapan honor mereka di bayarkan agar mereka bisa menginjakkan kakinya di mapung halaman mereka.
Kedelapan pemian yang saat ini masih bertahan di mes tersebut yakni Sarette dan Andika asal (Ambon), Rigy dan Jamu asal (Pekanbaru), Luthfi dan Yusuf asal (Mamuju), serta Riko dan Roni asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga :
“Tinggal Kami delapan orang yang bertahan di mess ini, yang lain sudah pulang semuanya,” kata Roni pemain PSM U-19 asal NTT saat ditemui di sebuah warkop tak jauh dari mess, Jumat (21/11/2018) seperti dilansir pojoksulsel.
Roni mengaku merekaharus bertahan dimes, lantaran mereka tak memiliki dana untuk membeli tiket perjalan pulang ke kampung halaman mereka diminta untuk bersabar, apa lagi, diceritakan jika pelatih PSM U-19 Herrie Setiawan, meminta dirinya dan ke tujuh temannya untuk bersabar sambil menunggu kepastian pembayaran honor mereka.
“Tadi ditelepon sama Coach Herrie diminta intuk bersabar dulu untuk menunggu kepasian pembayaran honor,” lanjut Roni.
Bahkan keluarga mereka dikampung halaman telah mengetahui apa yang mereka alami di Kota Daeng, bahkan orang tua mereka telah menyatakan siap menanggung sendiri akomodasi pulang ke kampung halaman, jika pihak manajemen PSM tak kunjung melunasi gaji pemain.
“Orang kami dikampung sudah mengetahu hal ini dan mereka juga telah siap memblikan kami tiket, apabila tidak honor kami tak kunjung di bayar oleh pihak manajemen PSM, dan saya ingin pulang merayakan natal bersama keluarga,” terang Roni.
Diketahui, bila setiap pemain PSM U-19 dikontrak dari Juni hingga Desember. Seluruh pemain digaji Rp 2,5 juta setiap bulan. Namun, yang dibayar baru dua bulan, satu kali dibayar Rp 2,5 juta dan satu kali dipanjar Rp 1 juta dan Rp 1,5 juta.




Komentar