Ini Penyebab KKB Bantai Pekerja Proyek Trans Papua

Suriadi
Suriadi

Kamis, 06 Desember 2018 23:08

Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat, Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda)
TROTOAR.ID — Pembantaian terhadap 31 orang pekerja proyek jalan trans sulawesi yang di kerjakan oleh PT Istaka Karya imbas dari penangkapan sejumlah warga papua yang merayakan hari kemerdekaan Papua Meredeka di Surabaya dan beberapa tempat pekan kemarin.

Hal tersebut disampiakan langsung oleh Pimpinan Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda. Dia menduga aksi pembantaian yang di lakukan Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, diduga dipicu atas penangkapan dan pembubaran paksa mahasiswa asal papua.

Dia juga menuding jika TNI-Polri kerap kali menggunakan cara kekerasan sebagai alasan untuk menambah pasukan dan mengintimidasi warga sipil, yang memancing kemarahan adari kelompok KKB

Baca Juga  Kapolda Sulsel Sambut Kepulangan Satgas Yonif Raider 433 Julu Siri

“Untuk memperbaiki sesuatu kita perlu tahu apa yang keliru, tetapi kami tidak bisa mempercayai pemerintah Indonesia terkait insiden yang terjadi di Nduga,” kata Benny dilansir dari CNN Indonesia (6/12/2018).

Bahkan Benny juga berharap kepada meminta kepada seluruh elemen pro kemerdekaan Papua untuk tetap tenang dan mengunakan proses diplomasi mengutamakan diplomasi dalam mencapai tujuan mereka yang di inginkannya.

Akan tetapi, dia tidak punya kekuatan untuk tidak bisa menghalangi gerakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menggelar operasi militer untuk melawan pemerintah Indonesia yang dianggap menjajah.

Baca Juga  Dihadapan Seto, Ferdy Sambo Teteskan Air Mata, Titip Anak-Anaknya

“Kami tidak ingin ada pertumpahan darah. Kami ingin pemerintah Indonesia hadir dalam perundingan internasional untuk membicarakan soal referendum. Itu adalah upaya yang ingin kami capai,” katanya.

Benny Wenda juga meminta kepada seluruh elemen gerakan Gerakan Kemerdekaan Papua Barat untuk tetap menahan diri, akan tetapi jika serdadu TPNPB wilayah Nduga dipimpin Egianus Kogoya menyerang warga sipil, maka hal ini menjadi peristiwa yang tidak lazim.

Baca Juga  Selain Bantai 31 Orang KKB Papua, Dikabarkan Sandera 15 Pekerja PT Istaka Karya

Sementara itu juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) , Victor Yiemo menyatakan saat ini seluruh pasaukannya telah menarik diri kedalam hutan, namun tidak berarti jika konflik akan berakhir, sebab TNI polri menambah pasukan untuk mengejar kelompok Kogoya dan pasukannya

“Saat ini seluruh apsaukan kami sudah menarik diri ke dalam hutan, namun tidak berarti konflik berakhir meningkat karena TNI-Polri mengirim pasukan tambahan untuk memburu Kogoya dan anak buahnya,”Pungkas Victor (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...
Politik30 Oktober 2026 13:06
Panggung Musda Golkar Gowa Mulai Terbuka, Lukman B Kady Dijadwalkan Kembalikan Formulir
GOWA, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa mulai memasuki fase krusial. Penjaringan bakal calon resmi dibuka, seme...
Metro29 Oktober 2026 16:27
Jalan Samping Tol Sutami Rusak Parah, Gubernur Sulsel: Balai Jalan Segera Kerjakan Perbaikan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Aspal dan b...
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...