TROTOAR.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah Komando Organisasi Papua Merdeka mulai terdeak dan kewalahan menghadapi serangan dan penyergapan yang di lakukan pasaukan elite milik TNI dan Polri yang mengejar pelaku pembunuhan sadir warga sipil pekan kemarin di Mbua, Nduga.
Bahkan kelompok KKB yang mulai terdesak dan masuk kedalam hutan meminta bantuan kepada dunia Internasional dengan dalih perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).
Permintaan bantuan diposting King Jems Westian di akun Facebook yang menuliskan sejumlah ungkapan termasuk minimnya persenjataan yang di miliki Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang tidak sepadang dengan senjata yang dimiliki pasukan OPM yang cumah panah dan senjata api yang jumlahnya terbatas.
Baca Juga :
- 3 Pasukan TNI yang Gugur Ditembak KKB Pangkatnya Dinaikkan, Jenderal Andika: Pelaku Harus Bayar!
- Sedih Anggotanya Dibunuh KKB Tapi Tak Bisa Perintahkan Operasi Militer, Dudung: Itu Kewenangan Panglima TNI
- 1 Anggota Brimob Kabarnya Tewas Ditembak di Papua, Said Didu: Korban Terus Berjatuhan, Terus Pemimpin Harus Diam Saja?
“Darurat dan darurat Papua Barat, silakan pantau berbagai institusi dan negara internasional, Papua Barat untuk kemanusiaan,” Tulis King Jems Westian di facebook.
Bahkan dia juga menuliskan kata-kata berisi jika presiden Indonesia Joko Widodo, memerintahkan panglima tertinggi untuk mengirim semua militer ke Papua di tempatnya di Jayapura, Timika dan Wamena. Dan pasukan miloter indonesia juga akan menyerang orang-orang di desa, pedalaman ‘dan desa di distrik Nduga Mugi dan Mbua.
“Saat ini militer terus dikirim dari Jakarta ke berbagai pertahanan militer di Papua, militer Indonesia telah melanggar aturan perang dan hukum internasional.” Ulasnya
Pertanyaan kita apakah ini tidak adil? karena kekuatan dan peralatan militer tidak seimbang lawan, karena OPM atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) tahu aturan perang dan kita hanya menggunakan panah tradisional dan senjata api terbatas.
https://www.facebook.com/KINGJEMSWESTLAND/posts/2129094240481887




Komentar