TROTOAR.ID, MAKASSAR — Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) rumah tahanan Klas I Makassar, berhasil gagalkan penyelundupan handphone (Hp) ke dalam rutan.
Hal itu ditemukan saat dilakukan penggeledahan barang dan badan kepada pengunjung warga binaan di rutan tersebut. Plh. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Klas I Makassar, Aslan Muhammad mengapresiasi kinerja petugas P2U yang melakukan penggeledahan.
“Suatu kinerja membanggakan karena pintu utama merupakan lapisan pertama terhadap pengamanan dari gangguan keamanan dan ketertiban dari luar. Apa yang dilakukan petugas P2U patut diapresiasi, jangan lengah dan jangan lelah untuk melakukan penggeledahan,” uar Aslan.
Lebih lanjut Aslan mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan bukti konkrit dari upaya pemberantasan hp dan narkotika di dalam Rutan, sebagaimana yang digaungkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dalam teleconference beberapa waktu lalu.
Sementara itu, petugas P2U, Laode Muhammad Aminuddin yang berhasil menggagalkan rencana penyelundupan ini mengatakan bahwa terdapat dua orang pengunjung tengah mencoba menyelundupkan handphone.
“Yang pertama seorang perempuan dengan modus memasukkan hp (android) ke dalam popok bayi yang digendongnya, hal tersebut diketahui setelah melakukan pemeriksaan dengan menggunakan handheld metal detector,” katanya.
“Serta pengunjung yang kedua seorang ibu tua yang mencoba mengelabuhi petugas, mengaku sudah menitipkan handphone. Ternyata ketika tasnya digeledah ditemukan satu buah handphone lipat merk samsung beserta beberapa charger,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Plh. Kepala Rutan Kelas I Makassar, Rustan mengatakan bahwa pengunjung yang telah mencoba melakukan pelanggaran, harus diberikan sanksi termasuk warga binaan yang akan dikunjunginya.
“Siapapun yang melakukan pelanggaran harus diberikan sanksi. Petugas saja yang melanggar, diberi sanksi. Apalagi warga binaan, setidaknya tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan selama satu bulan atau tindakan strap cell (sel merah),” tegas Rustan.




Komentar