Bantaeng Kembangkan Perkebunan Cabai Dataran Rendah

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 09 Februari 2019 20:23

Bantaeng Kembangkan Perkebunan Cabai Dataran Rendah

TROTOAR.ID, BANTAENG — Pengembangan inovasi pertanian terus dilakukan petani di Bantaeng. Salah satu yang sedang digalakkan adalah tanaman cabai besar untuk wilayah dataran rendah.

Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin melakukan panen perdana di perkebunan cabai besar milik seorang petani di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Misbar. Dia mengembangkan tanaman ini dengan masa panen selama tiga bulan pada lahan seluas 25 are. Pada masa panen, tanaman cabai ini menghasilkan Rp30 juta.

“Sejak awal budidaya itu akhir tahun 2018 saya garap secara swadaya, belum ada campur tangan pemerintah. Itu kan kita berpikir juga untuk tanam banyak, kita berpikir akan dijual kemana. Jadi saya berharap kedepannya, ada perhatian dari pemerintah untuk membantu mengatur kemana akan dijual ini hasil produksi,” kata petani, Misbar, Sabtu, 9 Februari 2019.

Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Rahmania mengatakan, pemerintah Kabupaten Bantaeng akan terus berupaya mendorong kesejahteraan petani. Sejumlah inovasi dalam bidang pertanian akan terus dilakukan. Termasuk untuk pengembangan tanaman cabai di daerah dataran rendah.

Dia menyebutkan, dalam waktu dekat, pemerintah Kabupaten Bantaeng juga akan mendapatkan program pengembangan tanaman bawang dataran rendah. Luas lahan yang akan digunakan mencapai 150 hektare. “Sehingga ke depan, bawang merah juga akan dikembangkan di wilayah dataran rendah,” jelas dia.

Dia menambahkan, selain itu pihaknya juga sedang berupaya mengembangkan tanaman bawang putih di Bantaeng. Pengembangan ini dilakukan bertahap ke beberapa petani di Bantaeng. “Kita lakukan bertahap untuk inovasi dan uji coba ini,” jelas dia.

Wabup Bantaeng, Sahabuddin meminta agar pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian untuk mendukung inovasi pertanian. Dia menyebut, pemerintah harus hadir mendampingi masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan.

“Saya katakan bahwa ini suatu terobosan, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi. Kami menyediakan bibit, atau bahkan memberi penyuluhan. Pemerintah harus ada memfasilitasi mereka (petani) dengan tujuan meningkatnya penghasilan petani,” tutur Sahabuddin.

Mantan Ketua DPRD Bantaeng ini menegaskan bahwa sudah sepantasnya pemerintah hadir bagi para petani. Hal itu menurutnya sangat penting demi menunjang penjualan para petani.

“Pemerintah juga bertugas sebagai marketing untuk hasil panen masyarakat. Harus di bina dengan baik, agar semua dapat manfaat. Kita beri ruang supaya maju bersama dan mendapat manfaat bersama,” tegasnya.
(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...