ASN Nekat Jadi Pelakor, Dilaporkan Ke Inspektorat Bantaeng

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 14 Februari 2019 16:49

ASN Nekat Jadi Pelakor, Dilaporkan Ke Inspektorat Bantaeng

TROTOAR.ID, BANTAENG – Sempat viral beberapa waktu lalu seorang perempuan yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara di RSUD Prof Anwar Makkatutu dilabrak dan dianiaya karena terbukti menjadi perebut laki orang atau pelakor.

ASN yang berstatus istri kedua itu diketahui bernama Reskiyani Sam. Dia pun dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Bantaeng oleh Rosmiati selaku istri pertama. Mereka sama-sama memperebutkan Sudirman, honorer di Satpol PP Bantaeng.

“Saya sudah laporkan ke Inspektorat terkait statusnya sebagai isteri kedua dari suami saya,” ujar Rosmiati usai melapor di Inspektorat Bantaeng, Rabu, 13 Februari 2019.

Menurutnya, laporan itu dimasukkan sebagai bentuk kekecewaannya mengetahui penghianatan suaminya itu. Bahkan kabarnya, Sudirman dan Reskiyani telah melangsungkan pernikahan, menjadi pasangan suami-istri sejak April 2018 lalu.

“Saya baru tau, ternyata mereka sudah menikah. Sekitar sebelum bulan Ramadan tahun 2018,” jelasnya.

Rosmiati yang mengetahui hal itu, akhirnya mendatangi dan melabrak si istri kedua di tempat kerjanya di RSUD Prov Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng.

Istri kedua yang disebut sebagai pelakor, tak terima dengan perlakuan si istri pertama. Kejadian itu berujung aksi saling lapor. dimana Istri kedua kepada istri pertama melapor ke pihak Kepolisian, sementara istri pertama kepada istri kedua melapor ke Inspektorat Kabupaten Bantaeng.

Rosmiati sebagai istri pertama Sudirman, hanya bisa berharap Inspektorat bersikap tegas dalam menangani masalah tersebut.

“Kami minta inspektorat menangani kasus ini secara cepat dan tuntas, serta menindak Pelakor itu sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Bantaeng, Nasaruddin membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa laporan itu sementara ditangani. Kini terlapor dimaksud sudah diperiksa.

“Terlapor sudah kami panggil untuk dilakukan pemeriksaan, atas adanya laporan yang masuk itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk proses pemberian sanksi, kata Nasaruddin, itu akan diputuskan oleh tim adhoc. Sekedar diketahui, tim adhoc dibentuk oleh Bupati Bantaeng, berisi tiga unsur yaitu Inspektorat, BKPSDM dan Bagian Hukum Setda Bantaeng.

Berdasarkan PP nomor 45 tahun 1990, ayat 2 berbunyi, Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri
kedua/ketiga/keempat. Selain itu, ASN wanita yang terbukti menjadi isteri kedua bisa dikenai sanksi pemberhentian, sesuai PP nomor 53 tahun 2010. (Sdq)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik18 Juli 2026 04:36
TP Usulkan IAS Jadi Calon, SC: Yang Belum Paham Juklak Silahkan ke Pak Hakim
Trotoar.id – Dinamika mewarnai proses pengembalian formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dilakukan Ilham ...
Metro17 Juli 2026 21:04
Wakil Wali Kota Makassar Sampaikan Jawaban Wali Kota atas Pandangan Fraksi DPRD, Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola APBD
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mewakili Wali Kota Makassar menyampaikan jawaban pemerintah terhadap pandangan ...
Metro17 Juli 2026 21:00
Wakil Wali Kota Makassar Resmikan UNIQLO Neighborhood Collaboration, Dorong UMKM Lokal Naik Kelas dan Tembus Pasar Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration di gerai UNIQLO, Trans...
Metro17 Juli 2026 20:57
Sekda Makassar Tegaskan Hibah KONI Rp15 Miliar Sah Secara Hukum, Seluruh Proses Sesuai Regulasi
MAKASSAR, Trotoar.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menegaskan bahwa alokasi dana hibah untuk Komite Olahraga Nasio...