Kapolda Sulsel Singgung Soal Pernyataannya Tentang Terorisme

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 18 Februari 2019 15:51

Kapolda Sulsel Singgung Soal Pernyataannya Tentang Terorisme

TROTOAR.ID, BANTAENG – Pernyataan kontroversial Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin tentang pelaku terorisme berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel), disinggungnya sendiri dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bantaeng pada Senin, 18 Februari 2019.

Mantan Kapolres Bantaeng itu mengatakan, beberapa waktu lalu media pemberitaan santer mengabarkan jika Kapolda Sulsel menyebut Sulawesi Selatan sebagai sumber terorisme. Baginya itu adalah penggalan-penggalan berita yang sah-sah saja.

Dihadapan hadirin yang ada di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng ini, dia menjelaskan maksud pernyataannya beberapa waktu lalu tersebut.

“Media banyak membahas isu Kapolda Sulsel mengatakan bahwa daerah Sulawesi Selatan sebagai sumber teroris, itu penggalan-penggalan yang tidak masalah. Tetapi secara profesional, karena saya sudah bekerja di bidang terorisme kurang lebih 7 atau 8 tahun, saya menjadi direktur pencegahan terorisme, saya tahu persis bagaimana kondisi di Sulsel,” tandas Hamidin.

Lebih lanjut, dia yang pernah menjabat sebagai Deputi III Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini, menyebut bahwa yang dia katakan beberapa waktu lalu itu, selain masa jabatannya yang menggeluti bidang terorisme, hal itu juga diakuinya tidak terlepas dari pengalamannya saat berada di Sulawesi Selatan.

“Saya kenal persis wilayah Sulawesi Selatan, dan terorisme terbanyak ada di Sulsel. Dulu, ketika saya menjabat sebagai Kapolres Bantaeng, terjadi bom di Mall Ratu Indah dan Showroom Haji Kalla, saya juga mengikuti perkembangan penanganan kasus itu,” bebernya.

Dia juga menyebut ketika menjabat sebagai Kapolres Luwu Utara, terdapat pula serangan teror bom Sampodo. Dia juga mengikuti olah TKP hingga tahap penyelidikan.

Bahkan, katanya, setelah beberapa kasus di Sulsel tersebut, dirinya meninggalkan pulau Sulawesi, ternyata masih ada beberapa kasus terorisme lainnya. Hingga dia masuk ke Densus 88 Anti Teror selama 4 tahun.

“Saya masih memonitor khusus kasus di Sulsel dan beberapa kali saya melakukan penyelidikan di wilayah Sulsel,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan bahwa di Sulsel terdapat 13 orang teroris yang ditangkap. Bahkan, lanjutnya, dari 13 orang itu, ada beberapa orang yang kembali terlibat kasus teroris.

“Maka konsentrasi saya di Sulawesi Selatan disamping penanganan kasus kejahatan konvensional, kasus kejahatan siber. Kami juga akan memonitoring radikalisme, intoleransi dan terorisme,” pungkasnya. (Sdq)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga11 Juni 2026 23:54
Piala Dunia 2026: Format Terbesar Sepanjang Sejarah, Jadwal Padat dan Taruhan Global
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung selama lebih dari satu b...
Metro11 Juni 2026 23:35
Pemkot Makassar Perkuat UMKM Lewat KUR, PKL Hasil Penataan Kota Difasilitasi Akses Modal
MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat melalui per...
Internasional11 Juni 2026 23:24
Pembukaan Piala Dunia 2026: Megah, Sarat Pesan, dan Penuh Taruhan Global
MEXICO, Trotoar.id – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan seremoni pembukaan yang bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan panggung unjuk kekua...
Daerah11 Juni 2026 23:04
Bupati Sidrap Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas Kinerja Ketahanan Pangan
JAKARTA, TROTOAR ID — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melalui penghargaan...