Nurdin Abdullah: Saya Tidak Ingin Ada Mafia Benih

Suriadi
Suriadi

Jumat, 22 Februari 2019 18:51

Nurdin Abdullah: Saya Tidak Ingin Ada Mafia Benih

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menegaskan, setelah penandatanganan kontrak kerjasama antara perusahaan penyediaan bibit dengan Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, tidak ada lagi mafia benih.

“Saya berharap kepada pengadaan benih jangan ada mafia benih, apalagi minta jatah, minta apa lagi, itu nggak boleh. Saya harap jangan sampai itu terjadi. Saya tahu kalau ada itu permainan, mulai hari ini siapa pun yang menandatangani kontrak ketahuan melakukan, Insyaallah nanti saya coret dan tidak boleh lagi masuk di Sulawesi Selatan,” tegas Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di Kantor Dinas Pertanian Pemprov Sulsel, Jalan Amirullah, Makassar, Jumat (22/2).

Baca Juga  Nurdin Abdullah: Bila Audit CPI Ada Persoalan, Itu Tanggung Jawab Pengelola yang Lama

Nurdin Abdullah mengaku tidak mau Pemprov Sulsel jadi tercoreng hanya karena hal-hal yang sebenarnya menurunkan integritas. “Kasian petani kita. Petani kita itu butuh barang bagus, butuh kualitas yang bagus,” terangnya.

“Tugas kita sekarang ini bagaimana harga jagung itu masih tetap bagus. Kenyataan hari ini, ketika petani kita mulai menanam harga jagung itu Rp 7.000. Pas petani mau jual harga jagung turun,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Baca Juga  Nantikan! IESPA Sulsel Akan Adakan Turnamen Game MMORPG Usai Pelantikannya

Selain itu, lanjut Nurdin Abdullah, mungkin ini penandatanganan kontrak yang dihadiri gubernur. Dan mungkin ada yang bertanya kenapa acara ini dihadiri Gubernur.

“Saya ingin menciptakan pemerintahan ini transparan. Karena, ini benda hidup yang kita benihkan ini akan bernyawa. Benda yang bernyawa itu kalau jatahnya diambil, dia tahu. Makanya pupuknya jangan dikurangi, kualitas bibitnya jangan sampai terkuras,” bebernya.

Baca Juga  Sinergi Kelurahan Pangkajene Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bantuan Modal Swadaya

Namun yang paling penting, jelasnya, transportasi dalam pemerintahan harus melibatkan semua stakeholder yang ada.

“Saya sungguh berharap, kenapa saya minta Ibu Kadis hadirkan TP4D, hadirkan Polda, supaya lebih bagus kita bertengkar lebih awal daripada kita bertengkar di akhir. Yang kedua, supaya semua tahu bahwa ada kegiatan seperti ini, kita semua ikut bertanggung jawab. Jangan nanti ada masalah, baru nanti dipanggil,” pungkasnya.
(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...