Aktifis Gempar Kecewa Tak Digubris Oleh Pihak Berwajib

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 25 Februari 2019 14:16

Aktifis Gempar Kecewa Tak Digubris Oleh Pihak Berwajib

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Terkait dengan aksi demonstrasi yang berlangsung pada beberapa minggu lalu di depan kantor PU Makassar dan kejati sulsel dengan mengangkat isu kasus dugaan korupsi dinas PU Kota Makassar.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Pemuda Kota Makassar GEMPAR Sulsel pada awalnya melakukan aksi di kantor PU Makassar tanpa ada sama sekali pengawalan aparat kepolisian.

“Kami sangat sesalkan aparat kepolisian Polsek Makassar yang mempunyai wilayah dalam pengawalan, bahkan aksi ini sudah berlangsung 3 x dan setiap kami mau turun selalu menyurat ke Polrestabes untuk meminta pengawalan namun saat aksi, tak satupun aparat kepolisian yang muncul di area, “ungkap Sadiq.

“Memangnya mereka anggap apa kami ini kalo ada sesuatau yang terjadi dengan gerakan kami kira-kira siapa yang mau tanggung jawab ?, padahal mereka di gaji oleh negara semata-mata memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat sesuai UU 1945 no 2 thn 2002 pasal 13, 14, 15 dan 16 ,” lanjut Sadiq Presiden Gempar.

Beberapa jam kemudian mereka beralih ke depan kantor Kejati Sulsel dengan membawa tuntutan mendesak Kejati agar menuntaskan kasus dugaan korupsi dan memeriksa Kadis PU Makassar karna di duga keras menyalahgunakan anggaran yang berkedok DAK.

Namun lagi-lagi GEMPAR SulSel disambut oleh aparat Kepolisian dengan tindakan represif hingga menyebabkan tangan dari ketua Sadiq terbakar.

“Kami sangat sesalkan dengan tindakan represif dari aparat kepolisian Polsek Panakukang yang mengawal aksi kami kalo tidak salah pada tanggal 13 februari hingga tangan saya terluka parah, terus terang saya tidak terima di perlakukan seperti itu layaknya bukan manusia sampai-sampai tangan ini cacat gara gara di dorong hingga terkena api, “tambahnya.

Dimana diketahui dalam UU 1945 pasal 30 ayat 4 tentang kepolisian Republik Indonesia sebagai alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum.

“Bahkan kami sudah mendatangi Polrestabes dan mengadu di Paminal hingga dikomunikasikan ke Polsek Panakukang agar oknum anggota beserta kapolsek meminta maaf kepada teman-teman GEMPAR tetapi sampai sekarang ucapan maaf itu tak pernah kami dengar. Jadi jangan salahkan kami jika menempuh jalur yang lebih demokratis dan adil yaitu aksi demonstrasi pada hari kamis yang akan datang dengan membawa tuntutan, agar Kapolda SulSel evaluasi kinerja Kapolrestabes Kota Makassar, copot Kapolsek Makassar dan copot Kapolsek Panakukang, “lanjutnya lagi.

“Kami hanya ingatkan bahwa yang kami lakukan ini bukan hanya bentuk perlawanan semata tetapi saling mengingatkan sebagai warga negara dan memiliki Tupoksi masing ” tutup Sadiq. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional06 September 2026 19:06
Di Balik Ramainya Pemburu Kursi Petugas Haji 2027
MAKASSAR — Menjadi petugas penyelenggara ibadah haji bukan lagi sekadar soal pengabdian. Di balik seragam petugas dan tugas mendampingi jemaah di Ta...
Politik06 September 2026 18:39
Menanam Politik di Generasi Muda, Vonny Ameliani Suardi Bicara Program Gerindra dan Prabowo
MAKASSAR, Trotoar.id — Politik tidak selalu dimulai dari panggung kampanye atau perebutan kursi kekuasaan.  Di tangan generasi muda, politik bi...
Daerah06 September 2026 17:21
Bupati Sidrap Tawarkan Beras ke Tarakan, Buka Jalur Dagang Antardaerah
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai membuka jalur baru untuk memperluas pasar komoditas pertaniannya. Bupati Sidrap Syah...
Daerah06 September 2026 16:24
472 Pemanah Meriahkan Bupati Sidrap Cup II, Peserta dari Luar Sulawesi Berdatangan
SIDRAP, Trotoar.id — Lapangan Andi Cammi, Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), berubah menjadi arena berkumpulnya para pemanah tradisional...