TROTOAR.ID — Tingkat keterpilihan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin terus mengalami penurunan, hisl SUrvei Pollmark mengungkapkan elektabilitas pasangan calon incumbent tersbeut kii berada di anka 40,4 persen dengan pemilih mantap mencapai 31,5 persen.
Sementara elektabilitas penantang sendiri berada di angka 25,8 persen dengan tingkat pemilih mantap mencapai 25 persen, hasil tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan di 73 daerah Pemilihan (Dapil) yang menunjuukkan jika Pilpres bersaing cukup ketat.
Sementara untuk pemilih yang masih memiliki keraguan dalam menentukan pilihan mencapai 33,8 persen, dan jika angka tersebut ditambahkan pemilih yang belum mantap sebesar 48 persen pemilih, maka jumlah tersebutlah yang akan menjadi perebutan dua pasangan calon.
Baca Juga :
“Kita tidak boleh Azan Asar di waktu Zuhur. Kita tidak bisa membuat kesimpulan hari ini untuk apa yang terjadi 17 April 2019. Apakah Jokowi atau Prabowo yang menang, tidak dua-duanya. Semua masih berpeluang. Kelihatannya kalau melihat data ini, siapapun yang menang nantinya, menangnya hanya tipis,” kata Founder dan CEO Pollmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Selasa (5/3/2019) seperti dikutip beritajatim
Selain itu, EEP juga membantah, hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan selisih kedua pasangan calon tersebit diatas 20 persen, meningat dari hasil survei di 73 dapil menjelaskan hal yang berbebda dengan hasil sebelumnya.
Dia mengakui dengan Survei dapil memperlihatkan jika sangat ketatnya pilpres, maka kedua pasangan calon presiden dan Wakil Presiden juga menunjukkan trand yang mengaami kenaikan namun kenaikan tersebut terbatas.
“Sebagai penantang, Prabowo-Sandi terlihat bergerak sangat tajam, namun lambat,” pungkasnya
EEP juga menegaskan jika POllmark juga saat ini tidak menjadi konsultan politik dari salah satu pasangan calon baik paslon 01 maupun 02. Pollmark hanya menjadi konsultan pemenangan PAN untuk Caleg DPR RI.




Komentar