UKM Seni Budaya eSA akan Gelar Tadarus Sastra

0
21

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar akan gelar Tadarus Sastra 17 Ramadhan Mendatang, Gowa (17/05/19)

Dalam kegiatan Tadarus Sastra ini akan mengangkat tema “Nun : Mewicara Bahasa Ibu” yang akan di gelar di Kementrian Agama Kabupaten Gowa pada hari Rabu, tanggal 22 Mei 2019 ba’da tarwih.

Kegiatan Tadarus Sastra ini mengundang berbagai kalangan mahasiswa, masyarakat serta narasumber dari latar belakang yang berbeda di antaranya Andi Mantra Bumi (Budayawan), Luna Vidya (Sastrawan), Muhammad Ridha (Akademisi) dan masih banyak lagi yang akan mengisi diskusi nantinya.

Tadarus sastra ini selain sebagai ajang silaturahmi juga dirangkaikan dengan adanya panggung ekspresi, beberapa pementasan delegasi Pekerja Seni Kampus se-Kota Makassar, diskusi “Nun : Mewicara Bahasa Ibu”, Tadarus Puisi dan ditutup dengan sahur bersama.

Reski Adi Sijaya selaku ketua Umum UKM Seni Budaya eSA mengatakan bahwa “Tadarus Sastra merupakan kegiatan rutin tahunan yang telah menjadi tradisi dalam rumah cinta kami. Awal dari tadarus sastra pada tahun 1994, pada kepengurusan kakanda Zulfikar Yunus dimana tadarus sastra dulunya dinamakan tadarus puisi sehingga pada akhirnya program Tadarus puisi ini dinamakan Tadarus sastra yang tentunya sampai pada saat ini senantiasa mengisi setiap malam 17 pada bulan Ramadhan.

Baca Juga  Andi Sudirman Sulaiman : Pendidikan Bangun Karakter dan Pola Pikir

Adapun tujuan dari kegiatan ialah sebagai wadah untuk para generasi kreatif khususnya para peminat-peminat sastra. Kegiatan ini bukan hanya persoalan silaturahmi semata melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa peran sastra dalam kehidupan merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan guna untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual, intelektual, kultural dan kualitas kepribadian setiap manusia. Di sisi lain adalah untuk mempertahankan eksistensi UKM Seni Budaya eSA dalam menjunjung tinggi peranannya di bidang seni dan budaya.

Baca Juga  Nilai UNBK SMA/SMK Sulsel Meningkat

Semoga dalam terlaksananya kegiatan ini mampu memberikan spirit dalam mengembangkan nilai-nilai kesusastraan serta memberikan manfaat yang besar bagi orang-orang pada umumnya, dan proses yang berharga bagi para anggota UKM Seni Budaya eSA. Besar harapan kami bersama panitia agar kiranya seluruh kalangan mampu hadir menjalin silaturrahmi dalam kegiatan ini, khusunya para Pekerja Seni Kampus se-Kota Makassar.

Syamsul Alank selaku ketua panitia tadarus sastra dari anggota cabang seni kertas Sastra juga mengungkapkan Tabarruj sastra merupakan lentera kegelapan.

“Tadarus sastra adalah lentera dari gelap, dimana kita bisa melihat dan mendengar karunia Tuhan lewat orang-orang yang diridhoi Allah, gelap adalah pertanyaan-pertanyaan dalam diri setiap orang yang hadir dan terlibat.

Selain dari bentuk silaturahmi tadarus sastra juga sebagai ajang reunian sastrawan, budayawan dan pekerja seni kampus yang menyatu dalam ruas-ruas waktu panjang. Dari masa-kemasa tadarus sastra selalu hadir dalam kelender kreatifitas UKM Seni Budaya eSA dengan tema yang berbeda-beda.

Baca Juga  Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Kunjungi Masyarakat Kampung Bajo

Satu tahun yang lalu tadarus sastra menemui titik yang tak bertemu, dan pada akhinya mengangkat tema “Islam vs agama kematian” inilah alasan kenapa tadarus sastra penuh rindu, sebab ia selalu memunculkan tema menarik perhatian orang lain untuk ikut menemui solusi dari pertanyaannya, Alhamdulillah kali ini UKM seni budaya eSA kembali hadir dengan tema dan konsep yang lebih menarik dari sebelumnya, berangkat dari diskusi kecil kemudian memunculkan “Nun: Mewicara Bahasa Ibu” tema ini akan setia menemani kepalamu, sebab ia akan kita pahami setelah ikut terlibat sebagai orang yang penuh tanda tanya (?). (Rilis)

Iwan Mazkrib