TROTOAR.ID, Jakarta – Komnas HAM memaparkan perkembangan penyelidikan kasus baku tembak pengawal Habib Rizieq dengan polisi. Laporan penyelidikan tersebut masih seputar barang bukti yang ditemukan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin mengatakan, pihaknya mendapat serangan secara personal di media sosial. Hal itu terjadi saat penyelidikan kasus baku tembak polisi dengan pengawal Habib Rizieq.
“Belakangan mulai menyerang personal disampaikan di medsos. Perlu dihentikan beginilah. supaya masyarakat enggak bingung,” kata Amiruddin di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (28/12).
Amiruddin menuturkan, pihaknya juga menemukan aknya hoaks yang menyeret Komnas HAM dalam penyelidikan baku tembak FPI dengan polisi.
Hoaks tersebut, kata Amiruddin, berupa memotong keterangan lama Komnas HAM yang dibuat seolah-olah telah memaparkan hasil penyelidikan. Komnas HAM meminta hal itu dihentikan untuk membantu masyarakat tidak terprovokasi.
“Dan kesempatan ini juga. Kami ingin menyampaikan bahwa selama proses penyelidikan berupa fakta tersebar informasi yang disebarkan orang adalah hoaks,” kata Amiruddin.
“Ini saya pikir adalah adanya berupaya mencampuradukkan keterangan Komnas HAM dicampur dengan keterangan lain atau dicampur dengan peristiwa lain.–Amiruddin.”
Dalam rilis terbaru, Komnas HAM belum ditemukan rekomendasi atas kasus baku tembak pengawal Habib Rizieq dengan polisi. Penyidik masih melakukan uji balistik terhadap temuan yang ada.
Baca di halaman berikutnya, klik angka di bawah.




Komentar