Mantan Ketua Forhati Bulukumba Perempuan Harus Ambil peran Dalam Pembangunan Daerah

Suriadi
Suriadi

Minggu, 02 Juni 2019 00:50

Mantan Ketua Forhati Bulukumba Perempuan Harus Ambil peran Dalam Pembangunan Daerah

TROTOAR.ID, BULUKUMBA — Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Majelis Daerah KAHMI Bulukumba, Andi Syahruni Aryanti menyebut dalam menengok sejarah, perempuan pernah ikut berkontribusi dalam melahirkan Pancasila saat proses persiapan kemerdekaan.

“Raden Ayu Maria Ulfah Santoso dan Raden Nganten Siti Sukaptinah Soenarjo adalah dua tokoh perempuan yang duduk di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),” kata Syahruni Aryanti, Sabtu (1/6/2019).

Menurutnya sang penggagas Pancasila, Soekarno menjelaskan tentang kedudukan perempuan dimulai dari uraiannya tentang lambang negara Garuda Pancasila. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab disimbolkan oleh gambar rantai terdiri dari gelang persegi (lambang laki-laki) yang bertautan secara dengan gelang bundar (lambang perempuan).

“Pertautan 2 jenis rantai tersebut selain menyiratkan kesetaraan laki dan perempuan, juga mengingatkan bahwa keberlangsungan bangsa (beranak pinak) tergantung pada kerja sama rakyat laki-perempuan,” ujar Santi, begitu ia akrab disapa.

Eks Aktivis mahasiswa Unhas Makassar ini berpandangan, tetapi yang paling penting saat ini adalah program doktrinasi Pancasila sekarang berbeda dengan zaman SD di masa Orde Baru. Dulu, katanya, semua murid harus hafal butir Pancasila dan setiap malam disuguhkan kebanggaan pada Garuda Pancasila lewat layar kaca. Sekarang, pelajar kita mengenal Pancasila lewat kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan.

“Dengan kondisi itu, rasanya belum cukup sekolah mengenalkan dan memberi pemahaman Pancasila kepada anak-anak dan pelajar sejak dini,” ungkap Santi.

“Maka, keluarga adalah lingkungan utama setelah sekolah yang berperan menanamkan Pancasila, pengertiannya, nilai-nilai yang dikandungnya, dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya menambahkan.

Di keluarga, lanjut Santi, faktor perempuan cukup penting dan strategis melakukan peran ini. “Inilah salah satu relevansi serta titik temu perempuan dan Pancasila di era yang makin terbuka dan tanpa batas (borderless) seperti sekarang,” imbuhnya.

“Saat ini mengajarkan Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan kita kepada anak sama pentingnya dengan mengaji Alquran dan ilmu-ilmu agama. Pancasila bukan semata ilmu umum. Pancasila juga tergolong ilmu agama karena memuat kandungan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan,” jelas Santi.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...