TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkesan tutup mata akan kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi beberapa hari terakhir.m di Sulawesi Selatan
Parahnya lagi kelangkaan tersebut, membuat harga elpiji 3 kg melambung selangit hingga Rp 30 ribu per tabung melampaui batas harga eceran teratas (HET) yang ditetapkan oleh pertamina.
Hingga sejumlah ibu rumah tangga menjerit dengan kelangkaan dan harga elpiji yang melambung tinggi tersebut, meski demikian hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah maupun Pertamina dalam mengakhiri kelangkaan elpiji 3 kg tersebut.
Baca Juga :
“Kami sudah sebulan ini sulit mendapatkan elpiji, kalaupun ada harganya menembus Rp30 kilogram per tabung,” kata Hadiah warga Jalan Rappocini
Meski harga melambung tinggi, pemerintah saat ini tidak dapat bertindak cepat agar kelangkaan tersebut dapat segera diakhiri.
Hingga dia menilai jika kelangkaan elpiji ini terkesan terjadi pembiaran sebab tidak dan langkah taktis yang diambil pemerintah untuk menekan kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Menyikapi kelangkaan tersebut, kepala dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Hari Basalamah yang dikonfirmasi mengatakan kelangkaan yang terjadi diakibatkan adanya salah sasaran penggunaan penggunaan elpiji 3 kg
Bahkan saat dilakukan Operasi Pasar di 10 titik stok yang disiapkan pertamina tidak habis hingga dia menilai jika keberadaan elpiji dianggap aman-aman saja.
“Kita bersama dengan pertamina telah melakukan operasi Pasar, hingga stok yang disiapkan aman-aman saja, sehingga kami menduga ada oknum yang memainkan kelangkaan ini, ” Kata Hari Basalamah
Sementarabitu Ismail pihak Pertamina juga menegaskan jika pihaknya terus mendistribusikan elpiji 3 kg, bahkan menjadi stok yang sudah ada, dan jika kelangkaan tetap terjadi itu karena adanya beberapa industri seperti laundry dan rumah makan serta cafe yang menggunakan hal elpiji 3 kg.
“Kami telah menambah stok dari kesediaan yang telah, hingga jika ada kelangkaan di lapangan itu mainan pengecer, dan kaminyakin di pangkalan stok tetap tersedia, ” Kata Ismail (***)




Komentar