Usai Dijebak Jambi, Timenggur Telenggen Telpon Polres: “Kami Sudah Tembak Silahkan Ambil Mayatnya”

0
63
Almarhum Briptu Haedar Anggota Polda Papua Memegang Senjata Laras Panjang

TROTOAR.ID, PAPUA — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyampaikan jika pasukan dibawah komando Operasi OPM-TPNPB, Timenggur Telenggen mengaku bertanggung jawab atas kematian Briptu Haidar. 

Hingga dia mengungkaokan penembakan terhadap anggota Brimob Polda Papua, sebagai bentuk balas dendam yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB-OPM) 

“Kami sudah tembak, silahkan ambil mayatnya,” Tulis admin TPNPB dibawah Komando Timenggur Telenggen di Facebook 

Setelah menembak mati personel Polda Papua yang juga berdarah bugis, mengaku jika mendapat telepon dari pihak polres laga dan menyampaikan dan pihaknya telah mencuri sebuah pistol di markas kodim.

AdminTPNPBNews: laporan dari komandan operasi TPNPB, LEKKAGAK TELENGGEN dari illegal. Hari senin 12.08.2019. Jam…

Dikirim oleh TPNPB pada Senin, 12 Agustus 2019

Tindakan balas dendam dilakukan kelompok KKB, karena merasa dendam, setelah mencurigai Briptu Haidar adalah anggota Brimob yang sebelumnya bertugas di puncak Jaya 

“Kami balas atas penangkapan dan pembunuhan anggota TPNPB dan kami atas nama Timenggur Telenggen, kami ambil satu buah pistol dari kodim,” Tambahnya.

Hingga harinya kelompok separatis Bersenjata Papua Merdeka menjebat Anggota Polda Papua dengan memancing menggunakan warga Kampung Usir bernama Jambi Mayu Telenggen.

Hingga pada Senin 12 Agustus 2019, Jambi Mayu Telenggen menelpon Haedar, untuk dikirimkan kopi dan gula hingga menentukan lokasi pertemuan Briptu Haedar dan warga Puncak Jaya. 

Hingga Briptu Haedar mengajak Bripka Alfonso untuk mengantarkan pesanan Jambi Mayu Telenggen, setiba di lokasi yang ditentukan warga meminta Haedar untuk bergeser beberapa meter dari lokasinya yang ditentukan karena Jambi tidak enak jika terlihat oleh Suku Dani.

Hingga akhirnya Briptu Haedar dikepung oleh pasukan OPM yang kemudian menganiaya Haedar, Alfonso yang llaa itu bersama Haedar tak bisa berbuat banyak lantaran Alfonso diberondong tembakan hingga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut, hingga bala bantuan datang dan menemukan jasad Briptu Haedar tergeletak bersimbah darah. (***)