Trotoar.id,Makassar – Hari Sumpah Pemuda diwarnai dengan aksi blokade jalan oleh puluhan massa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM), Senin (20/10/2019).
Aksi yang diwarnai dengan membakar sebuah ban bekas didepan kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumerhardjo Makassar ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terkait hak normatif buruh yang di PHK sepihak sebanyak 9 orang karyawan.
Sebagaimana diketahui Pihak Holland Bakery (Owner) PT. Inti Celebes cita rasa sejauh ini belum mampu memberikan solusi yang nyata terkait Hak normatif buruh, penahanan ijazah, BPJS kesehatan buruh yang tidak pernah didaftarkan hingga pada indikasi dugaan dokumen palsu dan produk yang kadaluarsa.
Saharuddin selaku jendral lapangan menegaskan bahwa Gubernur Sulsel harus mencopot kadis tenagakerja provensi Sulawesi-selatan dan kota Makassar yang tak mampu menyelesaikan kasus PHK buruh di Holland Bakery.
“Kami berharap pihak Gubernur dalam hal ini dinas tenaga kerja secepatnya memanggil pihak manajemen dan owner Holland Bakery terlebih karena masalah ini sudah bergulir sejak setahun belakangan ini namun hingga saat ini belum juga ada solusi yang terbaik untuk pihak buruh yang di PHK, “ungkapnya.
Selain itu, OPM menegaskan kepada Gubernur Sulsel yakni Nurdin Abdullah untuk segera mengevaluasi kinerja Kadisnaker Kota dan Provinsi Sulsel.
Ditambah lagi, OPM meminta penghentian praktik PHK sepihak terhadap buruh atau pekerja, dimana mahasiswa meminta tegakkan UU No.21 tahun 2000 tentang kebebasan berserikat.




Komentar