
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari fraksi Partai gerindra memuji dan kagum atas kinerja DPRD Sulsel yang menghadirkan kegiatan nilai-nilai kebangsaaan.
Kekaguman tersebut disampaikan ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI usai melakukan pertemuan dengan Pimpinan DPRD Sulsel yang di wakili Wakil ketua I Syaharuddin Alrif.
“Kami kagum dan bangga dengan teman-teman di DPRD sulsel yang telah mempunyai kegiatan nilai-nilai kebangsaan yang kami nilai cukup luar biasa,” Kata Rani Mauliani usai menggelar pertemuan bersama dengan Pimpinan DPRD Sulsel di ruang rapat Pimpinan DPRD, Kamis 20 Februari

Rani menambahkan kegiatan nilai-nilai kebangsaan dianggap sebuah pemikran yang cukup maju, sebab di DKI sendiri kegiatan nilai-nilai kebangsaat belum pernah dilakukan.
Sehingga hasil diskusi tersebut akan menjadi bahan diskusi bersama nantinya dengan di pimpinan DPRD DKI untuk ikut menerapkan kegiatan nilai-nilai kebangsaan.
“Insya Allah apa yang kami dapat dalam diskusi tadi akan kami sampaikan dalma rapt pimpinan di DPRD DKI, dan kami juga akan berundirng dengan Pimpinan fraksi untuk menerapkan kegiatan tersebut,” Jelasnya
Kegiatan nilia-nilai kebangsaan menurutnya sangat penting, dimana dengan penerapan tersebut, maka kepentingan masyarakat akan lebih diutamakan ketimbang kepentingan kelompok.

Mengingat di beberapa daeah khususnya di DKI kegiatan nilai-nilai kebangsaan menrutnya sudah mulai tidak di dilakukan, sehingga yang ada cuma saling nyinyir satu sama yang lain.
Sehingga kami kedepan berharap di DKI juga menerapkan kegiatan nilai-nilai kebangsaan agar bukan giontok-gontokan lagi yang muncul di permukaan, akan tetapi hasil dari kerja positif untuk rakyat.
Sementara Wakil ketua FRaksi Gerindra, S ANdikan menambahka, pihaknya juga kagum akan kinerja dewan Sulsel yang mampu membangun komunikasi politik dengan eksekutif dalam mengambil kebijakan, termasuk menjaga hubungan antara eksekutif dan legislatif.
“Ini juga yang membuat kami kagum, dimana DPRD Sulsle mampu menjaga hubungan antara eksekutif dan legislatif, dan ini nantinya juga akan kami jadikan rujukan untuk menerapakn sistem harmonisasi antara pemerintan dan legislatif,” Pungkasnya (***)


Komentar