TROTOAR.ID, MAKASSAR — Merebaknya virus Corona saat ini membuat sejumlah masyarakat mulai panik dan mawas diri, namun dari kepanikan tersebut ada hal yang menghantui masyarakat jika harus melakukan medical Chek up di Rumah sakit
Salah satu hal yang menghantui masyarakat saat hendak melakukan medical Chek up yakni biaya pemeriksaan yang harus disiapkan masyarakat saat hendak memeriksakan kesehatannya.
Bahkan Humas Rumah Sakit Wahidin melalui pesan singkatnya mengatakan jika Chek Up berbayar.
Baca Juga :
“Chek up berbayar Bu, kalau terindikasi PDP baru dibiayai alias Gratis,” Kata Dewi Humas RS Wahidin Sudiro Husodo.
Pernyataan Humas RS Wahidin berbeda dengan juru bicara Gusus penanganan Virus Corona Sulsel, yang juga Ketua IDI Sulsel dr. Ichsan Mustari yang menyebutkan semua pemeriksaan terkait virus Corona di gratiskan.
“Tidak berbayar dinda” singkat dr. Iksan Mustari via Whatsappnya
Mendengar kabar tersebut anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat Devi Bijak menyayangkan langkah pihak rumah sakit jika membebankan biaya chek up untuk kasus virus Corona ke masyarakat.
“Ini sudah tidak benar kalau masyarakat di bebankan biaya pemeriksaan kesehatan untuk kasus virus Corona,” Kesalnya
Dia juga mengatakan jika, masyarakat dikenakan biaya pemeriksaan, makan akan membuat masyarakat apatis hingga bisa saja masyarakat pasrah dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Apa lagi wabah Virus Corona sudah menjadi masalah Global yang seharusnya memberikan keringanan dan ruang bagi masyarakat untuk memeriksakan dirinya agar secara dini masyarakat tahu kondisi kesehatannya apakah terpapar virus Corona atau tidak.
Langkah tersebut dikatakan sebagai pencegahan dini yang harus dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang berasal Dari Wuhan China.
“Ini bentuk kesadaran masyarakat untuk mengetahui secara dini kondisi kesehatannya, dan juga langkah masyarakat ikut memerangi wabah virus corona,” Kata Politisi PD Tersebut.
(***)




Komentar