Gubernur Panen Jagung Varietas NA1 dan NA2 di Soppeng

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 04 April 2020 20:26

Gubernur Panen Jagung Varietas NA1 dan NA2 di Soppeng

TROTOAR. ID, SOPPENG, – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melakukan panen jagung varietas NA1 dan NA2 yang ditanam sejak 21 Januari 2020 silam. Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Fitriani yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian Sulsel.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT Alhamdulillah tanggal 21 Januari 2020 kita melaunching varietas jagung NA1 dan NA2, benih asal Jepang. Nah varietas NA1 dan NA2 ini produksinya 12.5 ton per hektare, umurnya juga lebih pendek, hanya 70 hari,” jelas Nurdin Abdullah usia melakukan panen varietas NA1 dan NA2 ini, di Lejja Soppeng, Jumat, 3 April 2020.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Kembali Bantu Ollon Rp 22,5 M di Toraja, Gubernur : Jangan tidak terserap lagi

Ia menjelaskan, kenapa dinamakan NA1 dan NA2, karena memang dirinya yang membawa varietas unggul ini dari Jepang. Kemudian mengembangkan bersama Dr. Asrai dan ini tentunya atas inovasi juga dari mantan Kepala Dinas Pertanian Fitriani, pada saat menjabat.

“Hari ini kita panen pas umur 70 hari, bahkan satu batang ini ada dua tongkol ada tiga tongkol. Jadi sekarang tentu tidak lagi berpikir perluasan areal, tetapi bagaimana kita menciptakan benih-benih unggul yang bisa menghasilkan produksi tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  Di Hadapan Mendagri, Gubernur Andi Sudirman Paparkan Program Penanganan Inflasi di Sulsel

Laki-laki kelahiran Parepare ini berharap, dengan lahirnya varietas NA1 NA2 ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani Sulsel. Sebab, akan didatangkan teknologi dan akan dibangun pusat pengolahan di Sulsel lalu dikirim untuk kebutuhan dunia.

“Rencananya kita akan datangkan investornya, karena memang ide awal bibitnya dari investor Jepang. Memberikan ke kami untuk mengembangkan karena varietas ini jagung manis mau dimasak lantas di vakum dan dibekukan dan bisa bertahan sampai satu tahun. Ini alatnya akan mereka bawa langsung ke Indonesia untuk kita kembangkan. Nah kita berharap Indonesia akan menjadi eksportir jagung masak dari Sulawesi Selatan,” urainya.

Baca Juga  Ajang Pemilihan Duta Wisata Tingkat Provinsi Sulsel, Luwu Utara Utus Hidayat dan Audy

Ia menambahkan, harga jagung manis ini cukup fantastis, sebab mencapai Rp 75.000 per tongkolnya. “Harganya cukup mahal kalau di Jepang. Kemarin-kemarin ini satu tongkol sudah divakum, sudah di masak 500 Yen atau Rp 75.000,” tutupnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...